• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Thursday, April 30, 2026
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Event

Konvergensi Media, Beban Baru Jurnalis

Theresia Amadea by Theresia Amadea
May 5, 2018
in Event
Reading Time: 1 min read

Buruh media menyampaikan unjjuk rasa di hari Buruh Internasional pada Selasa (1/5/18) di Jakarta Pusat sebagai sikap tuntutan terhadap apa yang mereka belum dapatkan. (ULTIMAGZ/Nico Nathanael)

0
SHARES
127
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, ULTIMAGZ.com – Tidak hanya berfokus pada penanganan kesejahteraan pekerja media, unjuk rasa para pekerja media yang tergabung dalam Forum Pekerja Media May Day pada Selasa (01/05/18) lalu juga menyoroti masalah dari kehadiran konvergensi media. 

Ketua Federasi Serikat Pekerja Media Independen (FSPMI) Sasmito Madrim mengatakan konvergensi media sudah menjadi topik pembicaraan dalam beberapa tahun terakhir, tetapi tidak cukup berhasil ketika dipraktikkan dalam industri media nasional.

“Karena satu sisi konvergensi tidak semudah dibayangkan berdasarkan teorinya, misal satu jurnalis kita meliput diharuskan memegang kamera untuk mengambil video, suara, dan menulis artikel sendiri,” kata Sasmito.

Di sisi lain, ia juga menganggap hal ini sebagai beban baru bagi jurnalis ketika meliput.

“Pada jaman dahulu ada pembagian tugas, ada yang bertugas menulis, ada yang mengambil foto, juga ada videografernya sendiri, dengan adanya konvergensi seorang wartawan dituntut melakukan semua pekerjaan sendiri,” lanjutnya. “Konvergensi juga tidak memberi upah lebih kepada para jurnalis, dan FSPMI menolak ketika perusahaan media memberi beban baru tetapi tidak memberi upah lebih kepada pekerjanya.”

Menurut Sasmito, akan sulit bagi media yang berkonvergensi untuk menghasilkan karya berkualitas.

“Artinya dari segi kegiatan jurnalistiknya asal-asalan karena yang biasanya mengerjakan hanya mengerjakan satu tugas harus mengerjakan tugas lain sehingga hasilnya tidak maksimal,” ungkapnya.

Selain memberikan pandangannya terhadap konvergensi media, Sasmito juga mengkritik minimnya perlindungan terhadap pemenuhan hak dasar pekerja media. 

 

“Tidak ada perlindungan sama sekali dari perusahaan-perusahaan media kepada kontributor. Maka di Mayday ini berharap perusahaan media memenuhi hak-hak jaminan sosial dari pekerja media di Indonesia, tidak hanya pekerja media nasional, hal ini juga terjadi di perusahaan asing, walaupun mereka memberi upah yang lebih tinggi dari perusahaan media lokal, tapi mengenai jaminan sosial pihak perusahaan tersebut masih terabaikan.” tutup Sasminto.

 

Penulis : Theresia Amadea

Editor : Gilang Fajar Septian

Foto : Nico Nathanael

Tags: 2018hari buruhjurnaliskesejahteraan perskonvergensi mediamaydayultimagz
Theresia Amadea

Theresia Amadea

Related Posts

Event

Metro TV Gelar “Svarna Kartini”: Wadah Refleksi dan Pemberdayaan Perempuan di Era Digital

April 27, 2026
Metta Angriani memaparkan materi pengelolaan keuangan bagi individu lajang pada sesi kedua #BerbagiBeban yang berlangsung di JP Live! Space, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Sabtu (25/04/2026). [foto id="384"]
Event

#BerbagiBeban, Soroti Pengelolaan Keuangan bagi Individu Lajang

April 26, 2026
Black Dahlia
Event

Black Dahlia: Bayangan Sensasi Media terhadap Kasus Tragis

March 11, 2026
Next Post
Kemas Isu Keberagaman dengan Cerdas

Kemas Isu Keberagaman dengan Cerdas

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 + 11 =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021