SERPONG, ULTIMAGZ.com – COMMPRESS 2023 telah membuka rangkaian acaranya lewat gelar wicara yang dilaksanakan pada Senin (06/11/23) di Lecture Hall (LH) Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Dengan nama Cakap COMMPRESS (CAPRESS), gelar wicara tersebut mengangkat tema “Cerdas Memilih: Menilik Informasi, Bijak Berekspresi”.
Pembahasan yang diusung oleh COMMPRESS 2023 pada gelar wicara ini adalah modernisasi media. Sebab, saat ini media kian berkembang mengikuti zaman yang dipenuhi oleh teknologi digital.
“Media ikut berkembang sesuai zaman. Topiknya (berita) makin beragam dan medium sampai cara pengemasannya pun makin variatif,” ucap Ketua COMMPRESS 2023 Axcel Erfrosina via daring pada Selasa (07/11/23).
Baca juga: Swara Mandala: Persiapan Ultima Sonora Menuju International Bandung Choral Festival
Gelar wicara tersebut dihadiri oleh tiga narasumber, salah satunya dosen program studi (prodi) Jurnalistik pengampu mata kuliah Media and Politics Ambang Priyonggo. Pemimpin Redaksi PinterPolitik Wim Tangkilisan dan Kepala Desk Politik dan Hukum Harian Kompas Antony Lee juga hadir sebagai narasumber.
CAPRESS 2023 turut mengajak mahasiswa untuk mampu memilah informasi dengan bijak agar terhindar dari hoaks. Berkaitan dengan hoaks, Wim menyampaikan bahwa hal tersebut merupakan sesuatu yang tidak dapat hilang.
“Hoaks tidak bisa dihilangkan,” katanya.
Selain modernisasi media, CAPRESS 2023 juga membahas tentang pesta demokrasi. Perbincangan ini ditujukan kepada mahasiswa sebagai bagian dari generasi Z yang akan menjadi pemilih pemula di Pemilu 2024. Terkait hal ini, Ambang menyampaikan bahwa generasi Z memegang peran penting dalam menentukan masa depan bangsa.
“Peran kalian (generasi Z) akan sangat mewarnai, siapa yang duduk tergantung peran kalian,” jelasnya.
Akan tetapi, generasi Z di masyarakat cenderung digambarkan sebagai golongan yang apolitis. Terdapat stigma generasi Z sebagai gambaran kertas putih yang kosong. Kendati demikian, Antony menganggap bahwa hal tersebut tidak benar. Ia menilai bahwa generasi Z merupakan golongan yang kritis.
“Mereka (generasi Z) kritis dan lihat apakah (informasinya) relevan atau tidak? Kalau enggak nyinggung apa yang mereka (generasi Z) butuhkan, (ada) potensi (informasi) akan ditinggalkan. Kuncinya di relevansi,” ucap Antony.
Berkaitan dengan relevansi, Antony menyampaikan bahwa timnya selalu membuat konten yang relevan sesuai dengan kondisi politik guna meningkatkan kesadaran generasi Z.
“Ada tim medsos (media sosial) yang kasih input ke meja redaksi, (tetapi) tetap difilter beritanya. Disesuaikan (juga) dengan proses politik yang berjalan sesuai dengan audiens supaya (kontennya) tetap relevan,” sampainya.
Kekritisan dalam memilah informasi menjadi sebuah hal yang penting bagi generasi Z. Dengan ini, generasi Z dapat menjalankan perannya secara maksimal sebagai pemilih untuk masa depan bangsa.
Baca juga: Dua Kotak Suara Tertinggal, KPU UMN Adakan Penghitungan Suara Lanjutan
“Agar nanti (Pemilu 2024) bisa memilih dengan cerdas, bijak, dan sesuai dengan hati nurani atau tanpa paksaan karena suara kita (pemilih, terutama generasi Z) yang akan menentukan nasib bangsa kelak,” ucap Axcel.

Rangkaian acara COMMPRESS 2023 masih akan berlanjut dengan pameran daring Ruang Indi(e)penden yang berlangsung dari 7 hingga 17 November 2023. Untuk informasi lebih lengkap, Ultimates dapat mengunjungi Instagram @commpressumn.
Penulis: Cheryl Natalia
Editor: Michael Ludovico
Foto: Rafael Amory Joseph