• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Sunday, April 12, 2026
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Olahraga

Kyokushin, Aliran Karate dengan Teknik Bertarung Tanpa Pelindung

Michael Ludovico by Michael Ludovico
February 19, 2024
in Olahraga
Reading Time: 3 mins read
Ilustrasi karate kyokushin, bela diri asal Jepang. (freepik.com)

Ilustrasi karate kyokushin, bela diri asal Jepang. (freepik.com)

0
SHARES
893
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Serpong, ULTIMAGZ.com – Saat ini, terdapat banyak jenis bela diri di dunia, salah satu yang terkenal adalah karate. Bela diri asal Jepang ini ternyata memiliki banyak aliran, termasuk kyokushin. Lantas, apakah Ultimates tahu tentang karate kyokushin?

Melansir kimaa.com, karate kyokushin berasal dari bahasa Jepang dan terdiri dari dua kata. “Kyoku” (極) yang berarti tertinggi dan “shin”  (真) yang berarti kebenaran. Apabila digabungkan, kyokushin adalah aliran karate yang mempelajari jalan menuju kebenaran tertinggi dalam kehidupan.

Baca juga: Mengenal Taekwondo, Seni Bela Diri dari Korea Selatan

Pada aliran kyokushin ini, terdapat dua sistem sabuk yang diterapkan, yaitu kelas Kyu untuk pemula dan Dan bagi tingkat atas. Kelas Kyu dimulai dari sabuk putih yang melambangkan kemurnian. Lalu, sabuk oranye merepresentasikan stabilitas yang berfokus pada pembinaan fisik karateka. Kemudian, sabuk biru memiliki filosofi yang mengarah pada kemampuan karateka (pemain karate) untuk beradaptasi dan memfokuskan pelatihan untuk kumite (bertarung). Setelah itu, ada sabuk kuning yang mana mengajarkan karateka untuk melatih ketegasan diri sendiri. Selanjutnya, karateka naik tingkat ke sabuk hijau sebagai warna pertama yang merepresentasikan tingkat pengelolaan emosi. Tidak hanya itu, ada sabuk coklat yang menandakan bahwa karateka mampu bertanggung jawab dengan segala pengajaran yang diberikan oleh Sensei (pelatih karate). Terakhir, sabuk hitam yang sudah termasuk dalam kelas Dan menjadi tingkatan tertinggi pada aliran kyokushin. 

Melansir mmachannel.com, kyokushin berfokus pada teknik-teknik bertarung secara berdiri. Teknik pukulan dan tendangan adalah senjata utama dalam pertarungan karate kyokushin. 

Meski demikian, kyokushin terbilang memiliki metode latihan yang keras. Sebab, para pemain karate kyokushin diajarkan untuk bertarung dalam frekuensi tinggi tanpa menggunakan pelindung. Tidak hanya itu, karateka dilatih untuk menyerang ke arah kepala, badan, dan kaki. Para karateka juga belajar untuk melancarkan serangan dengan tingkat kekuatan dan kecepatan tinggi sehingga serangan yang dihasilkan berpotensi melukai lawan secara signifikan. 

Aliran ini diciptakan oleh seorang karateka bernama Masutatsu Oyama atau yang dikenal dengan Mas Oyama pada 1950-an. Saat itu, Oyama memiliki pandangan berbeda terhadap karate yang berfokus terhadap kontak fisik ringan. 

Terinspirasi dari aliran Shotokan dan Goju Ryu, Oyama menciptakan aliran karate yang lebih efektif dalam melindungi diri. Lalu, pada 1953, Oyama mendirikan dojo (rumah belajar) khusus untuk karate kyokushin di Tokyo, Jepang bernama Ikosai: IKOK So-Honbu. 

Aliran karate kyokushin mulai dikenal oleh masyarakat Jepang karena gaya bertarungnya yang unik. Pada 1964, Oyama mendirikan organisasi karate kyokushin pertama di dunia, yaitu Kyokushin Kaikan yang akhirnya meningkatkan popularitasnya dalam skala global. Organisasi tersebut juga mengadakan turnamen pertamanya bertajuk “All-Japan Full Contact” di 1969.

Baca juga: Olahraga Tarung Derajat: Seni Bela Diri Asli Jawa Barat Bersejarah Unik

Terlepas dari kerasnya metode latihan, ada beberapa manfaat yang didapatkan dari berlatih kyokushin. Melansir kimaa.com, berlatih kyokushin dapat meningkatkan kepercayaan diri dan kesehatan fisik.

Dengan berlatih kyokushin, Ultimates juga dapat menambah fokus dalam diri serta belajar untuk bertahan dari ancaman. Apakah Ultimates tertarik untuk mencoba karate kyokushin?

 

Penulis: Michael Ludovico

Editor: Cheryl Natalia

Foto: mmalife.com

Sumber: kimaa.com, mmachannel.com, kyokushinkai.or.id, nkkf.org

 

Tags: bela diribela diri jepangdankaratekyokushinkyumas oyamasensei
Michael Ludovico

Michael Ludovico

Related Posts

Eileen Gu saat memenangkan medal emas di Beijing, 2022. (csmonitor.com)
Olahraga

Mengenal Eileen Gu: Atlet, Model, dan Ikon Generasi Z

March 24, 2026
George Russell (Mercedes) memenangkan Australia Grand Prix Formula 1 (08/03/2026) (Formula 1)
Hiburan

Era Baru, Dominasi Baru: George Russell Bawa Mercedes Kuasai GP Australia 2026

March 10, 2026
Alysa Liu selesai mampilkan rutinnya di ajang Olimpiade Musim Dingin di Milan (olympics.com)
Olahraga

Empat Tahun Hiatus, Ini Alasan Alysa Liu Kembali ke Dunia Seluncur Indah

February 24, 2026
Next Post
Ilustrasi hari kanker anak. (istockphoto.com/Choreograph)

Hari Kanker Anak Sedunia: Kenali Jenis Kanker Anak

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × 1 =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021