SERPONG, ULTIMAGZ.com– Jepang dikenal sebagai negara yang sangat disiplin dan taat pada peraturan. Namun, apakah Ultimates tahu bahwa mereka mempunyai banyak gaya fesyen alternatif yang tak kalah unik?
Ibukota Jepang, Tokyo, merupakan salah satu kapital utama di dunia fesyen. Kota ini dikenal dengan gaya fesyennya yang abstrak dan terkesan nyentrik. Berbagai tren yang lahir dari Tokyo bahkan turut mengubah sejarah mode global dan memberi dampak besar bagi perkembangan fesyen dunia. Hampir tidak ada tempat lain yang mampu menandingi keberagaman gaya yang dimiliki fesyen Jepang. Berikut lima di antaranya:
Baca juga: Mengenal Oshikatsu: Kultur Penggemar Idola dari Jepang
-
Jirai Kei
Kata jirai (地雷) dalam bahasa Jepang merupakan istilah yang berarti “berbahaya” atau “memicu masalah”, layaknya menginjak ranjau darat. Jirai Kei sering diasosiasikan dengan nuansa gelap dan tema-tema yang cenderung tabu, dilansir dari tokyoweekender.com. Meski begitu, popularitas Jirai Kei berhenti sebagai tren estetika saja. Penggemar luar Jepang menunjukkan bahwa tidak semua orang yang mengadopsi gaya ini terlibat dalam sisi artinya yang lebih kelam.
-
Tenshi Kawaii
Melansir j-fashion.fandom.com, Tenshi Kaiwai (天使界隈) berarti “komunitas malaikat” dan berasal dari majalah daring Tenshi Zyoshi, yang berfokus pada estetika mizuiro (biru muda). Gaya ini sangat populer di kalangan remaja perempuan karena menggambarkan dunia yang “bening dan suci seperti malaikat”. dan.
Palet warnanya didominasi biru muda dan berfokus pada warna lembut seperti putih dan abu-abu terang. Ciri khasnya meliputi jaket atau hoodie bergaya sporty yang dipadukan dengan renda dan rumbai (ruffle). Aksesori yang sering digunakan antara lain kaus kaki panjang atau penghangat kaki (leg warmers).
-
Gyaru
Gyaru, atau dikenal juga sebagai Ganguro, merupakan tren fesyen alternatif di kalangan remaja Jepang yang muncul pada pertengahan 1990-an. Ciri utamanya adalah kulit gelap akibat tanning (proses penggelapan kulit dengan sinar UV), riasan wajah kontras, serta penggunaan makeup berwarna mencolok.
Melansir japaninternships.com, gaya ini lahir dari semangat pemberontakan terhadap standar kecantikan tradisional Jepang yang identik dengan kulit putih, rambut gelap, dan riasan natural. Pelaku Ganguro justru menggelapkan kulit, memutihkan rambut, dan menggunakan makeup warna-warni secara ekstrem. Meski popularitasnya memuncak pada awal 2000-an dan kini mulai meredup, Gyaru tetap menjadi bagian penting dalam kategori besar fesyen Jepang.
-
Decora
Gaya Decora muncul pada akhir 1990-an hingga awal 2000-an dan dengan cepat populer di Jepang dan internasional. Salah satu figur yang dikenal dengan gaya ini adalah penyanyi Kyary Pamyu Pamyu, yang lebih dulu terkenal lewat skena fesyen Harajuku sebelum debut di dunia musik.
Pengguna gaya Decora biasanya terbagi ke dalam 2 tipe, yaitu Dark Decora atau Rainbow Decora. Atasan polos dan hoodie sering dipadukan dengan rok pendek menyerupai tutu. Ciri utama Decora terletak pada tumpukan aksesori dalam jumlah banyak hingga hampir menutupi poni dan bagian depan rambut. Kaos kaki, leg warmers, penghangat lengan (arm warmers), dan kaos kaki selutut juga dikenakan berlapis-lapis sebagai bagian dari tampilan.
Baca juga: Fesyen: Sarana Ekspresi Diri Tanpa Batasan Gender
-
Lolita
Lolita merupakan budaya fesyen khas Jepang dengan gaya elegan dan feminin. Popularitas Lolita datang dari film Jepang Shimotsuma Monogatari yang dirilis pada 2004. Sebelum film ini, Lolita hanya dinikmati oleh komunitas penggemar tertentu. Kesuksesan film tersebut membawa gaya Lolita ke perhatian publik yang lebih luas dan menjadikannya dikenal secara global.
Keberagaman gaya fesyen alternatif ini memperlihatkan luasnya spektrum budaya visual yang berkembang di Jepang. Masing-masing gaya memiliki latar belakang, komunitas, dan karakter estetika yang berbeda, tetapi sama-sama membentuk identitas unik dalam fesyen modern Jepang. Apakah Ultimates ingin mencoba gaya fesyen ini?
Penulis: Belva Putri Paramitha
Editor: Celine Valleri
Foto: yumetwins.com
Sumber: tokyoweekender.com, j-fashion.fandom.com, japaninternships.com





