• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Tuesday, June 2, 2026
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Event

Pentas Besar KataK ke-79 Angkat Kisah “The Legend of White Snake”

Theresia Deviatri by Theresia Deviatri
June 2, 2026
in Event
Reading Time: 3 mins read

Pementasan Besar “The Legend of White Snake” oleh Teater KataK di Teater Besar, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada Sabtu (30/05/26). [foto id="383"]

0
SHARES
14
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Teater KataK kembali menyelenggarakan pementasan besar (penbes) ke-79 dengan judul “The Legend of White Snake” di Gedung Teater Besar Taman Ismail Marzuki pada Sabtu (30/05/2026). KataK melakukan pementasan sebanyak dua kali yakni pukul 13.00 dan 19.00.   

Cerita yang dibawa pada penbes kali ini adalah adaptasi kisah legenda klasik dari Negeri Tiongkok. Berkisah tentang Bái Sùzhēn, sang siluman ular putih yang jatuh cinta dengan seorang apoteker bernama Hán Wén. Kisah cinta mereka harus terhalangi oleh takdir dan perbedaan dunia sehingga tidak bisa hidup bersama.   

Baca juga: Mengenal Spontanitas dalam Teater: Seni Improvisasi

Selama tiga setengah jam dari setiap pementasan, para penonton diajak masuk ke dalam suasana kerajaan kolosal Tiongkok melalui detail-detail hanzi di properti dan kostum hanfu para pemain. Selain itu, setiap babak juga diiringi dengan alunan musik tradisional Tiongkok, membuat penonton seakan masuk ke dalam cerita tersebut. Tidak luput juga pada pencahayaan yang memberikan kesan dramatis pada adegan setiap pemain.

Bái Sùzhēn dan Hán Wén, tokoh utama dalam pertunjukan The Legend of White Snake, tampil pada Pentas Besar KataK. [foto id=”383″]
Brandon, salah satu penonton, memuji pementasan ini. Baginya karakter Li Gōng dan Chuán Fū paling membekas baginya. “Mereka punya dialog yang bagus, suara yang luar biasa, dan kostumnya sangat bagus,” pujinya. 

Ia juga menangkap pesan dari pementasan ini “Meskipun kamu sangat mencintai seseorang, kadang-kadang, takdir tidak akan membiarkanmu,” ungkap Brandon.

Senada dengan Brandon, Wendy setelah menonton menyukai adegan Li Gōng di apotek serta aksi akrobatik dari Xiao Qīng. “wow, dia orang keren banget,” ungkap Wendy.

Penbes “The Legend of White Snake” disutradarai oleh Carel Surya H. dan Handy Wijaya.  Saat diwawancarai ULTIMAGZ, Carel mengungkapkan bahwa naskah penbes kali ini lahir dari  latar belakang mereka sebagai keturunan Tionghoa. Namun, alasan itu juga dilengkapi dengan tipe kisah yang mereka sukai.  

“Tipe (cerita) kita berdua adalah suka yang kolosal, legenda, (kemudian) itu cerita yang mungkin orang udah tau gitu. Kita ada beberapa pilihan naskah dan kebetulan yang kita dapat dan kita mencoba itu,” ungkap Carel kepada ULTIMAGZ pada Sabtu (30/05/2026). 

Carel juga mengaku bahwa, untuk sebagian penonton, pesan cerita sulit dipahami. Namun ia menekankan cerita ini fokus pada nilai pengorbanan.  

“Ya, balik lagi, semuanya pasti butuh pengorbanan. Dan setiap pengorbanan itu, percayalah pasti akan ada sesuatu yang pasti ada hasilnya. Walaupun kita gak tahu hasilnya apa,” ujar Carel.  

Kemudian, Carel mengungkapkan kebanggaannya terhadap tiap pemain yang telah berproses sejak Januari. Ia mengungkapkan bahwa setiap karakter punya ciri khas dan kesulitannya masing-masing, tetapi ia mengaku Xiao Qīng paling menunjukkan kompleksitas karakter.

“Kalau aku lihat dari kesulitan permainan karakternya, karakter Xiao Qīng, itu punya tiga kesulitan yang (dihadapi). Dia harus mainin anak-anak, mainin karakter adik, tapi di satu sisi dia harus mainin karakter yang setia dengan kakaknya, di mana mereka berdua itu sebenarnya bukan kakak beradik kandung,” ujar Carel.

Baca juga: Teater Gandrik Akan Pentaskan Lakon Horor dan Jenaka “Para Pensiunan: 2049”

Sebagai penutup Carel turut mengungkapkan harapan bagi pementasan besar KataK selanjutnya. Ia percaya bahwa setiap penbes akan belajar dari pementasan sebelumnya.

“Tapi, aku cuma berharap siapapun sutradaranya, siapapun tim produksinya, mereka pasti bisa melakukan yang lebih baik lagi daripada yang sekarang,” pungkas Carel.

 

 

Penulis: Theresia Sekar Kinanti Deviatri

Editor: Reza Farwan

Fotografer: ULTIMAGZ/Putri C. Valentina

Tags: penbesseni teaterTaman Ismail Marzukiteaterteater katakteater mahasiswateater mahasiswa UMNukm seni budaya
Theresia Deviatri

Theresia Deviatri

Related Posts

Fun run Unveiling UMN Festival
Berita Kampus

Unveiling UMN Festival 2026 Hadirkan Fun Run untuk Pertama Kalinya

May 31, 2026
Hasil workshop ecoprinting dari seorang peserta Nirvana Roots yang diselenggarakan oleh UMN ECO di Gedung D, Universitas Multimedia Nusantara, Kamis (21/05/26).
Berita Kampus

Dukung Reforestasi, UMN ECO Hadirkan LindungiHutan dan Workshop Ecoprint

May 27, 2026
Festival Budaya Nusantara (FBN) XVII di Lapangan Panahan Gelora Pakansari pada Minggu (10/05/2026). (Sumber: FBN XVII)
Budaya

Mahasiswa IPB University Gelar Festival Budaya Nusantara XVII

May 21, 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 − 10 =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021