SERPONG, ULTIMAGZ.com – Beberapa waktu silam, sosial media sempat diramaikan dengan kemunculan situs belanja palsu atau yang disebut dopamine sites. Tren yang merebak di Korea Selatan ini menawarkan pengalaman layaknya situs belanja pada umumnya. Bedanya, pengguna tidak perlu mengeluarkan uang satu peser pun.
Lewat situs-situs seperti FoodNeverComes, TripNeverLeaves, dan DopamineCart, pengguna dapat memilih produk yang diinginkan ke dalam keranjang belanja, melakukan kustomisasi, hingga menunggu pesanan untuk diantarkan ke rumah.
Baca Juga: Seiko dan HUF: Ketika Waktu Tidak Hanya Berharga, Tapi Penuh Gaya
Konsep serupa bahkan turut hadir dalam bentuk lain. Melansir koreatimes.co.kr, seorang mahasiswa mengaku sering mengunjungi situs merokok di masa ujian ketika sedang kehilangan fokus. Meski tidak benar-benar merokok, keberadaan orang-orang dalam ruang virtual yang sama membuatnya merasa tidak terlalu sendirian.

Sensasi tanpa Konsekuensi Nyata
Melansir cbc.ca, asisten profesor di Universitas Toronto, Rhia Catapano, menjelaskan bahwa simulasi belanja dari situs-situs semacam ini dapat mengaktifkan bagian otak yang serupa seperti seseorang yang benar-benar melakukan aktivitas tersebut.
Maka dari itu, pengguna yang ingin berbelanja tetapi memiliki anggaran terbatas tetap dapat memperoleh sensasi dan kepuasan yang sama. Tentu saja, tanpa harus benar-benar mengeluarkan uang.
Pelarian dan Rasa Nyaman
Profesor dari Jungwon University, Kim Heon-sik, turut melihat fenomena ini dari sisi lain. Menurutnya, kemunculan dopamine sites berkaitan dengan rasa lelah dan kecemasan yang dialami anak muda.
Melansir koreatimes.co.kr, Profesor Kim mengungkapkan bahwa anak muda kini hidup di dalam ketidakpastian akan masa depan mereka. Kondisi tersebut membuat sebagian dari mereka mencari kenyamanan melalui koneksi ataupun aktivitas sederhana di dunia maya.
Baca Juga: UMN Gelar Seminar Digital Fact-Checking Tangkal Informasi Rekayasa AI
Kecenderungan mencari kenyamanan melalui pengalaman virtual ini sebenarnya bukan hal yang sepenuhnya baru. Profesor Kim membandingkannya dengan kebiasaan menonton mukbang, ketika seseorang dapat memperoleh kepuasan dari melihat orang lain makan tanpa harus ikut melakukannya. Menurutnya, saat ini semakin banyak konten digital yang memungkinkan pengguna merasakan suatu aktivitas secara tidak langsung, mulai dari makan, minum alkohol, hingga merokok.
Dopamine sites pun menjadi bagian dari pola serupa, dengan menawarkan sedikit kepuasan, suasana, hingga rasa kebersamaan tanpa perlu benar-benar melakukan aktivitas tersebut. Bagaimana tanggapan Ultimates?
Penulis: Annabelle Chloe
Editor: Celine Valleri
Foto: foodnevercomes.com, damta.world
Sumber: koreatimes.co.kr, cbc.com, cnbcindonesia.com

![Direktur Kerja Sama Kementerian Sains dan Pendidikan Tinggi Republik Kazakhstan, Serik Kalkamanov, merespons pernyataan salah satu perwakilan perguruan tinggi Indonesia dalam acara Kazakhstan–Indonesia Forum of Higher Education Institution di Function Hall, Universitas Multimedia Nusantara, Senin (15/06/26). [foto id="398"]](https://ultimagz.com/wp-content/uploads/4-5.jpg)


