Christian Bong dan Adib Hidayat Tekankan Pentingnya Konsep dalam Berkarya

Adib Hidayat dan Christian Bong sebagai pembicara seminar Music in the Age of Social Media.
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Pendiri Indomusikgram Christian Bong dan Pemimpin Redaksi Rolling Stone Indonesia Adib Hidayat, menekankan keunikan konten menjadi hal terpenting untuk bermusik di media sosial. Hal ini disampaikan dalam seminar “Music In The Age of Social Media” yang digelar oleh Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Ultima Sonora di Executive Lounge Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Senin (27/11/17).

“Jadi memang eranya sekarang ketika nama menurut saya enggak penting lagi, jadi keunikan dari konten itu yang akhirnya membuat orang menengok kesana. Ya salah satunya Indomusikgram,” ujar Adib.

Sebagai seorang musisi yang berpengalaman dalam membuat konten digital, Christian menceritakan perjalan karirnya hingga dapat mendirikan komunitas video musik Indomusikgram. Lulus dari Universitas Pelita Harapan (UPH) jurusan musik pada 2013, Christian mengawali kariernya dengan menjadi guru musik di sebuah tempat kursus. Selama satu tahun mengajar, Christian menyadari dirinya perlu melakukan suatu hal yang lebih. Dia mulai membuat video-video cover di akun YouTube miliknya. Hingga akhirnya ia bergabung dengan komunitas pertama dan terbesar di Indonesia Indovidgram.

“Kami regularly bikin video tanpa mikirin nantinya bakal jadi apa. Tanpa mikirin ditonton berapa orang, tanpa mikirin likes-nya berapa, tanpa mikirin comment-nya gimana, dan yang terpenting tanpa mikirin duitnya gimana,” ujar Christian saat menceritakan pengalaman pertamanya bersama Indovidgram.

Menurut Christian, konten menjadi hal terpenting ketika ingin dikenal banyak orang lewat media sosial. Sehingga besar kecilnya pendapatan yang dihasilkan bukan menjadi hal utama yang perlu dipikirkan. Dengan mengesampingkan pemikiran tentang keuntungan, membuatnya lebih bebas dan tulus dalam menghasilkan karya.

Sependapat dengan Christian, Adib yang juga merupakan seorang pengamat musik mengatakan, untuk terjun ke dunia musik lewat media sosial perlu mengembangkan terlebih dulu karya yang ingin dibuat.  Adib menekankan penting untuk menjadi unik sehingga dapat menjadi pembeda dengan karya orang lain. Selain itu Adib juga mengatakan pentingnya untuk aktif di lebih dari satu akun media sosial dengan nama atau foto profil yang sama, sebagai identitas agar lebih mudah dikenal orang. Lepas dari itu, Adib menekankan pentingnya proses sebagai pondasi dalam berkarya.

“Proses itu penting ya. Kan tadi Christian bilang dari tahun 2014, jangan kalian tiba-tiba hari ini ‘Wah gue harus besok terkenal’ ya bisa saja sih dengan cara negatif, tapi kan enggak seperti itu,” jelas Adib.

Sebagai seorang penulis dan pengamat musik, Adib juga sempat menjelaskan perubahan pola industri musik saat ini. Dulu radio menjadi acuan untuk mengetahui tangga lagu terbaru. Namun saat ini, penikmat musik cenderung menggunakan fasilitas streaming untuk mendengarkan lagu yang sesuai dengan keinginannya. Sehingga saat ini, streaming menjadi parameter bagi para pelaku industri musik, khususnya produser-produser musik di Eropa untuk mengetahui lagu jenis apa yang paling banyak diminati pendengar.

“Jadi jangan heran kalau teman-teman setahun, ya beberapa tahun ini mendengarkan lagu kok kayak mirip ya, kok kayak nadanya (mirip). Ya itu tadi, dengan adanya streaming algoritmanya tadi bisa dicatat,” ujar Adib kepada para peserta seminar.

Adib menambahkan, perputaran tangga lagu di kanal YouTube dan media streaming musik seperti Joox atau Spotify itu berbeda. Ia menyebutkan, di Indonesia pendengar musik di YouTube paling banyak mendengarkan musik bergenre melayu seperti Armada atau Virgoun.

“Spotify pertengahan Agustus kemarin baru bilang yang paling banyak di-streaming di Indonesia itu Tulus. Kalau di streaming service ya, itu Tulus lagunya atau albumnya yang paling banyak diputar. Habis itu Raisa, habis itu Isyana, Yura dan segala macam,” jelasnya.

Christian dan Adib juga menjelaskan bagaimana perputaran lagu di dan persaingan di dunia musik mengalami perubahan. Penjualan CD album yang merosot menjadi salah satu contoh nyata dari perubahan tersebut. Label rekaman saat ini pun telah mengganti cara mempromosikan produknya. Seperti yang dilakukan Penyanyi Rossa bersama Trinity Optima Production. Rossa dan label rekamannya memilih untuk bekerjasama dengan Indomusikgram dalam promosi album terbarunya.

Dalam seminar tersebut, Adib sempat mencontohkan bagaimana musisi seperti Anji yang akhirnya beralih ke media sosial seperti YouTube untuk mempromosikan karyanya.  Menurut Adib, era media sosial dan streaming adalah masa depan dari dunia musik.

Penulis: Anindya Wahyu Paramita

Editor: Ivan Jonathan

Foto: Felisitasya Manukbua