Buku 'Re:', Potret Feminisme Maman Suherman

Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Presenter tv, jurnalis, serta penulis buku, Maman Suherman berkesempatan hadir pada acara BicaRA BuKu (RAK UMN) Kamis (25/09) lalu di Lecture Hall, New Media Tower, Universitas Multimedia Nusantara. Pada kesempatan tersebut, Maman memaparkan isi dari buku terbarunya yang berjudul ‘Re:’

“Re: adalah potret ibu saya. Re: adalah potret teman-teman perempuan saya. Re: adalah ibu negeri ini yang sedang berduka,” kata Maman.

Novel keempat Maman ini bermula dari skripsi, saat mengenyam pendidikan kriminologi di FISIP UI. Dalam tugas akhirnya itu, pria berkepala plontos itu mengangkat isu pola pemerasan yang terjadi dalam kasus pelacur lesbian. ‘Re:’ adalah salah satu wanita yang terjebak di dalamnya.

“Kalau mau dibilang, yang menulis dan mengilhami semua yang ada dalam buku ini itu adalah sosok Re: itu. Saya Cuma mengulangi apa yang dia ucapkan,” ujarnya.

Bagi Maman, sosok Re: menjadi bukti nasib hidup perempuan Indonesia, serta mewakili kehidupan kelam perempuan Indonesia yang terkubur dalam ‘gorong-gorong’ ke permukaan. Ia pun tak ingin menyebut karyanya ini sebagai sebuah novel sensasional dan fenomenal.

“Buku ini sangat subyektif untuk saya. Kalau membaca Re: jangan melihat sensasionalnya, tapi lebih pada konflik dan bagaimana penyelesainnya” ungkap Maman.

Selain aktif menjadi jurnalis dan penulis buku,  ia juga menjadi kreator acara “Indonesia Lawak Klub” di Trans7. Sosok Maman muncul sebagai notulen yang biasa menyampaikan kalimat-kalimat bijak dalam ILK.

[divider] [/divider] [box title=”Info”]

Penulis: Annisa Hardjanti

Editor: Erwanto Khusuma, Patric Batubara

Fotografer: Kevin Gunadjaja

[/box]