SERPONG, ULTIMAGZ.com – Anggota Dewan Pers Jimmy Silalahi, redaktur Tempo Abdul Manan, pemimpin redaksi NET TV Dede Apriadi, dan ketua advokasi Persatuan Wartawan Indonesia Tri Agung memberi pemaparan mengenai kesejahteraan pers di Indonesia dalam seminar Commpress 2016 yang bertajuk “Kesejahteraan Terbatas di Atas Kertas?”. Seminar tersebut diadakan di Lecture Hall Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Selasa (26/4).
Menurut Abdul, belum terlalu banyak riset yang dilakukan mengenai kesejahteraan jurnalis. Namun, dirinya mengakui tahu beberapa riset yang telah dilakukan oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI), yang hasilnya mengatakan bahwa gaji jurnalis di beberapa daerah seperti Jawa Timur, Medan, dan Jogja, masih di bawah 500ribu, 200ribu, bahkan di bawah 100ribu Rupiah. “Hal ini disebabkan karena para jurnalis bekerja di media non-mainstream yang kebanyakan berada di daerah dan bukan karyawan tetap suatu media, namun hanyalah koresponden yang gajinya dihitung dari seberapa banyak memproduksi berita,” jelasnya.
Di lain pihak, Dede mengungkapkan, gaji jurnalis di NET TV dipastikan di atas UMR (Upah Minimum Regional). “Kalau di NET sendiri, gaji fresh graduate pasti di atas 4juta dan diberikan sebanyak 14 kali. Ada juga bonus yang diberikan,” terang Dede.
Sedangkan menurut Agung, kendala yang dihadapi media dalam menggaji jurnalis ada pada persaingan antar media. Sejumlah media cetak tutup karena pendapatan iklan dan sirkulasi semakin menurun. “Ancaman bukan datang hanya dari pendapatan tapi juga dari kebiasaan membaca juga. Media online juga sudah memasuki posisi senjakala,” ujar Agung.
Maka dari itu, menurut Jimmy, media tidak boleh dijadikan sebagai tempat mengejar uang. “Kalau mau kaya jangan jadi wartawan. Orientasi media sebagai tempat pembelajaran, untuk mendapat pengetahuan dan bukan untuk cepat kaya,” jelasnya.
Seminar bertemakan kesejahteraan jurnalis Indonesia ini merupakan rangkaian acara kedua dari Commpress 2016. Selanjutnya, rangkaian acara ketiga Commpress 2016 akan dilaksanakan pada Kamis (28/4) mendatang, yaitu screening film “Di Balik Frekuensi”, di tempat yang sama.
Penulis: Josephine Valencia
Editor: Alif Gusti Mahardika
Fotografer: Benedict Wiyanjaya