Ultima Sonora Raih Tiga Penghargaan dari Singapura

Antonius Ria Deni Sulistya menerima penghargaan medali emas untuk kategori Folklore dari salah satu juri Singapore International Choral Festival (SICF) 2016, Jennifer Tam, di Esplanade Concert Hall, Singapura, Sabtu (13/8/16).
Share:

SINGAPURA, ULTIMAGZ.com – Paduan Suara Mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Ultima Sonora (Ulson), meraih tiga penghargaan dalam kompetisi Singapore International Choral Festival (SICF) 2016 yang berlangsung di Esplanade Concert Hall, Singapura pada 10-13 Agustus 2016 kemarin.

Ulson memperoleh satu emas untuk kategori Folklore dan dua perunggu kategori Musica Sacra dan Mixed Voices. Kompetisi itu diikuti beberapa negara, yakni Indonesia, Australia, China, Hong Kong, Malaysia, Singapura, dan Taiwan.

Pelatih Ulson Antonius Ria Deni Sulistya mengatakan, kemenangan tersebut diraih berkat kerja keras seluruh anggota Ulson. Sebanyak 38 mahasiswa UMN diberangkatkan ke Singapura pada Selasa (9/8/16).

“Keberhasilan ataupun kegagalan dalam setiap kompetisi itu pasti ada. Hanya, kita sebagai petarung harus semakin kuat ketika harus menghadapi kegagalan ataupun sebuah keberhasilan,” kata Deni saat diwawancara Ultimagz, Sabtu (13/8/16) malam.

Untuk kategori Folklore, Ulson berada di peringkat ketujuh dari sembilan peserta dengan skor 80.40. Dalam kategori Mixed Voices, Ulson memperoleh skor 68.57 dan ada di peringkat terakhir dari tujuh peserta. Sementara kategori Musica Sacra, Ulson ada di peringkat terakhir dari tujuh peserta dengan skor 67.70.

Dalam kompetisi itu, Ulson membawakan sembilan lagu. Untuk kategori Mixed Voice, Ulson menyanyikan Salmo 150O Magnum Mysterium, dan Wash Me Thoroughly. Untuk kategori Musica Sacra, Ulson menyanyikan AlleluiaGloria 3, dan Ave Maria. Sementara untuk kategori Folklore, Ulson membawakan lagu daerah Indonesia, yaitu Benggong, Luk Luk Lumbu, dan Ahtoi Porosh.

Ke depannya, Deni berharap agar para anggota paduan suara asuhannya ini mendapatkan lebih banyak pengalaman. Pengalaman itu, kata Deni, dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran untuk menjadi lebih baik lagi.

“Karena menurut saya, hasil itu tidak serta merta datang dari produksi saja, tetapi melalui proses yang mana kita pun sudah menelurkan sebuah hasil (dari proses itu). Proses itu lah yang jauh lebih mahal dari sebuah hasil,” ucapnya.

Penulis: Kezia Maharani Sutikno

Editor: Lani Diana

Foto: dok. Ultima Sonora