Ultigraph 2019 “Sarasabhana” Berkolaborasi dengan AICAD IID

Skeyes, salah satu karya dari pameran Ultigraph x AICAD yang berlangsung sejak 28 Oktober hingga 1 November 2019 di Lobby B Universitas Multimedia Nusantara. (ULTIMAGZ/Renate Pinasthika)
Share:

SERPONG,ULTIMAGZ.com – Ultigraph kembali hadir tahun ini dengan berbagai rangkaian acara, salah satunya yaitu pameran bertajuk “Sarasabhana”. Tak berdiri sendiri, Ultigraph 2019 turut menggandeng Asia Internasional Conference of Art and Design Invention, Innovation & Design (AICAD IID) yang merupakan pameran seni dan desain berskala Asia garapan Universiti Teknologi Maya (UiTM) Malaysia. 

Pameran yang diadakan pada 28 Oktober-1 November 2019 di Lobi B Universitas Multimedia Nusantara (UMN) ini menampilkan karya yang masuk dalam nominasi kompetisi. Terdapat 66 karya dari luar Indonesia dan 107 karya dari sepuluh kota dan tiga pulau dalam negeri. 

Kompetisi Ultigraph pun terbagi menjadi dua bagian, yaitu internal dan kolaborasi dengan AICAD IID. Pada kompetisi internal, penilaian karya lebih terfokus kepada desain. Sementara itu pada kompetisi yang berkolaborasi dengan AICAD IID, penilaian karya lebih fokus pada invention dan innovation.

“Bedanya, kalau yang di internal Ultigraph karyanya lebih berfokus ke desainnya. Nah, kalau yang di AICAD IID ini karya yang ditampilkan lebih fokus ke invention dan innovation,” ujar Ketua Ultigraph 2019 Eldad Elfata.

Kompetisi internal diikuti oleh pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari dua cabang lomba, yaitu Wall Magazine dan Social Media Design. Sementara itu, kompetisi dari AICAD IID diikuti oleh mahasiswa dan profesional yang telah dipilih dengan delapan cabang lomba, yaitu Motion Graphic, Campaign Poster Design, Brand Identity, Photography, Packaging, Editorial, Font Design, dan Digital Comic. 

Tema “Sarasabhana” berasal dari bahasa sanskerta yang berarti persepsi yang baru. Dengan mengusung tema ini, Eldad berharap persepsi dari desainer muda saat ini terbarukan dan mengingat identitas awalnya yaitu sebagai konseptor dan pemecah masalah bagi masyarakat. Menurut Eldad, banyaknya teknologi desain yang muncul saat ini bisa menggeser profesi dari desainer itu sendiri.

“Semoga persepsi yang ada pada desainer-desainer muda sekarang terbarukan. Juga ada satu poin penting, yaitu identitas desainer sebagai konseptor untuk melihat benar-benar kebutuhan dari masalah di masyarakat dan nantinya akan mendesain sebagai pemecah masalah dari masalah yang ada” ucap Eldad.

Tidak hanya menggelar pameran, Ultigraph juga mengadakan lokakarya dan seminar seputar desain. Ultigraph 2019 ditutup dengan Awarding Night, yaitu pengumuman kepada para pemenang kompetisi yang dilaksanakan pada Jumat (01/11/19) pukul 18.00 WIB di Function Hall UMN.

 

Penulis: Geiska Vatikan Isdy 

Editor: Geofanni Nerissa Arviana

Foto: Renate Pinasthika