UMN Ikut Program Bantuan Kuota Internet Kemdikbud

bantuan kuota internet kuliah daring kemdikbud (ultimagz)
Ilustrasi kuliah daring. (ULTIMAGZ/ Kyra Gracella)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui surat resmi nomor 821/E.E1/SP/2020, perihal Program Pemberian Kuota Internet bagi Mahasiswa dan Dosen akan memberikan kuota internet gratis untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan jarak jauh (PJJ). Menanggapi surat Kemdikbud tersebut, Universitas Multimedia Nusantara (UMN) mendata mahasiswa dan dosen yang akan mendapatkan bantuan kuota internet.

Hal tersebut disampaikan lewat surel oleh bagian Information Technology (IT) UMN pada Jumat (04/09/2020) dengan ketentuan bahwa bantuan hanya berlaku bagi nomor prabayar selama empat bulan (September-Desember 2020) . Selain itu, bantuan diberikan hanya bagi mahasiswa aktif (melakukan KRS di semester Gasal 2020). Sementara, jika nomor ponsel yang aktif tidak sama dengan data di MYUMN dipersilakan untuk melakukan pemutakhiran data dengan mengisi formulir yang terlampir pada surel tersebut. Pendaftaran ini berlaku sampai dengan Sabtu (05/09/2020).

Kemdikbud juga memberikan bantuan kuota internet sebesar 35 GB kepada siswa dan guru sebesar 42 GB. Mereka dapat mendaftarkan nomor ponsel di aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sehingga terdaftar menjadi penerima subsidi internet selama empat bulan ke depan.

“Pemberian kuota internet tersebut diberikan sesuai dengan nomor yang dimasukkan ke dalam aplikasi Dapodik,” ungkap Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Jumeri pada Rabu (02/09/2020), dikutip dari pikiran-rakyat.com.

Selain bantuan di atas, Kemdikbud juga berupaya mengatasi masalah lain dalam penyelenggaraan PJJ, seperti bimbingan teknis daring, program guru berbagi, kurikulum darurat, dan web seminar. Hal tersebut dilakukan berdasarkan data yang terkait dengan ketersediaan listrik dan internet pada satuan pendidikan. Dengan adanya bantuan-bantuan tersebut, para peserta didik maupun pendidik akan semakin mudah dalam mengikuti PJJ secara daring.

Penulis: Sr. Angela Siallagan FCJM
Editor: Abel Pramudya
Foto: Kyra Gracella
Sumber: kemdikbud.go.id, pikiran-rakyat.com, dan kompas.com