Video Mapping: Sebuah Karya Hasil Disiplin Lintas Ilmu

Rio Julian Akbar sebagai manager dan visual artist di perusahaan kreatif “Sembilan Matahari” dalam acara Interactive Media Design Expo KURAWAL yang diadakan selasa (13/03/18) di Lecture Hall, Universitas Multimedia Nusantara (UMN)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Bertempat di Lecture Hall Universitas Multimedia Nusantara (UMN) seminar bertemakan Introduction to Video Mapping diadakan dalam rangkaian acara Interactive Media Design Expo KURAWAL, pada Selasa lalu (13/03/18). Seminar tersebut diisi oleh Rio Julian Akbar, Manager dan Visual Artist dari salah satu perusahaan kreatif bernama Sembilan Matahari.

Video mapping adalah sebuah new media art yang mulai dikenal di Indonesia. Memanfaatkan sumber cahaya dan proyeksinya, karya seni ini menghasilkan ilusi-ilusi optik pada objek yang dipancarkan cahaya. Untuk menghasilkan karya ilusi optik tersebut pada prakteknya dibutuhkan kolaborasi berbagai sumber daya manusia dari berbagai lintas ilmu, hal tersebut menjadi salah satu semangat Sembilan Matahari.

“Sembilan Matahari selalu mengunggulkan semangat kolaborasi, karena kalau dari kita atau mungkin sebenarnya dari berbagai multimedia studio gak akan mungkin bisa mengerjakan sebuah proyek itu one man show,” ujar pria yang juga merupakan dosen di Insitut Teknologi Nasional Bandung itu.

Sembilan Matahari yang terdiri dari 25 orang sendiri, berasal dari berbagai kalangan seperti desain, seniman, musik, 3d artist, arsitek hingga programmer. Lintas disiplin yang beragam ini diperlukan untuk menghasilkan output video mapping yang memuaskan. Rio memberikan salah satu contoh dimana seorang arsitek penting untuk pengukuran objek proyeksi cahaya yang akan mereka tampilkan pada penonton.

“ Kita beberapa kali bikin video mapping di gedung tua seperti Fatahillah. Seringkali di Indonesia gedung tua itu blueprint-nya ga ada, mau ga mau harus ngukur on the spot maka dari itu disini kita butuh seorang arsitek, yang bener-bener ngukur dari awal,”ujar Rio.

Selain dari visual, menurut Rio nyawa dari karya video mapping berasal dari suara, sehingga sounddesigner juga memiliki peran penting dalam pengerjaannya.

Video mapping itu hampir sama kayak film. Tujuh puluh persen nyawanya itu dari good sound, jadi kalo misalnya ada bad sound itu biasanya karyanya agak-agak goyang atau kurang bagus,” jelasnya.

Saat ini video mapping sendiri mulai di gemari masyarakat Indonesia karena dianggap sebagai seni yang masih jarang. Hal tersebut membuat karya seni ini memiliki daya tarik yang tinggi, sehingga dapat menjadi salah satu alternatif generasi berikutnya untuk berkarya.

“Media ini tuh sangat unik dan gak sama gitu sama karya seni lain, sehingga video mapping ini punya unique selling point, makanya ini bisa menjadi alternatif media buat kalian the next generation yang ingin membuat karya unik dan menarik,” tutupnya.

 

Penulis: Ariefiani Elfrida Mastina Harahap

Editor: Gilang Fajar Septian

Foto: Felisitasya Manukbua