Tim Surat dari Praha Klarifikasi Tuduhan Plagiarisme

Konferensi Pers tim Surat dari Praha terkait tuduhan plagiarisme di Kedai Filosofi Kopi, Melawai, Jakarta Selatan, Senin (1/2).
Share:

JAKARTA, ULTIMAGZ.com – Visinema Pictures selaku tim produksi film Surat dari Praha menanggapi tuduhan plagiasi yang dilayangkan oleh dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya Yusri Fajar pada konferensi pers di Kedai Filosofi Kopi, Melawai, Senin (1/2). Pihak Visinema mengklarifikasi dan mensomasi balik Yusri Fajar terkait tuduhan plagiasi tersebut.

“Keterangan pers ini sebagai bentuk klarifikasi kami terhadap tuduhan plagiarisme oleh Yusri. Ini sebuah kerugian bagi kami dan para pemain,” kata Angga Dwimas Sasongko selaku sutradara.

Angga menambahkan, tuduhan Yusri terkait kesamaan tema eksil politik 1965 di Praha adalah fakta sejarah sehingga tidak bisa diklaim secara sepihak. Menurutnya, tidak ada yang melarang untuk menceritakan peristiwa yang terkait dengan sejarah, baik secara fiksi maupun non fiksi.

“Kesamaan judul biasa di khazanah sastra. Apalagi ini medianya beda. Di sastra kesamaan judul enggak masalah, ada berapa novel yang berjudul Pulang?

“Sajaknya Sapardi Djoko Damono yang kemudian jadi kumpulan sajak Perahu Kertas, Dewi lestari punya judul buku Perahu Kertas. Masalah enggak? Kenapa ini jadi masalah?” tuturnya.

Menurut Angga, penamaan judul Surat dari Praha merupakan benang merah dari hasil riset yang dilakukan narasumber , yaitu surat yang dikirim para eksil ke Indonesia. “Ini tidak dibuat-buat, asli dari hasil riset dan wawancara dengan para eksil yang merupakan data primer kami,” papar Angga.

Hal serupa dikatakan penulis naskah film Irfan Ramli. Menurutnya, Surat dari Praha bukan adaptasi dari buku, melainkan hasil dari riset secara menyeluruh. Pasalnya, Irfan mengaku ikut hidup bersama dengan para eksil yang ada di Praha.

“Mulai Januari 2015 kami bertemu langsung (dengan orang yang terimbas situasi politik 1965). Saya melakukan riset dan hidup bersama,” ujar Irfan.

Untuk menyelesaikan masalah tersebut, Angga dan tim produksi sudah melakukan somasi dua kali terhadap Yusri, yaitu pada 22 dan 29 Januari lalu. Jika selama tujuh hari setelah dilayangkannya somasi kedua tidak ada respons dari Yusri, maka tim akan melakukan upaya hukum.

“Saya siap fasilitasi dia ke Jakarta jika ia merespons. Tapi kalau dia enggak mau, kita akan menyelesaikanya secara hukum. Ini masalah reputasi kami yang lebih berharga,” tegas Angga.

 

Penulis : Christoforus Ristianto

Editor : Alif Gusti Mahardika

Fotografer : Evelyn Leo