Ajak Bernostalgia, Keluarga Cemara Hadirkan Lika-Liku Masalah dalam Keluarga

(Kiri-kanan) Nirina Zubir sebagai Emak, Widuri Putri sebagai Ara, Adhisty Zara sebagai Euis dan Ringgo Agus sebagai Abah dalam konferensi pers film Keluarga Cemara pada kamis (20/12/18) di Epicentrum XXI Kuningan, Jakarta Selatan. (ULTIMAGZ/ Felisitasya Manukbua)
Share:

JAKARTA, ULTIMAGZ.com – Setelah vakum selama hampir dua dekade, Keluarga Cemara akan mengajak keluarga Indonesia bernostalgia pada 3 Januari 2019. Film produksi Visinema Pictures ini menghadirkan lika-liku kisah perjalanan keluarga yang mampu bertahan dari hantaman masalah.

Judul Keluarga Cemara diambil dari filosofi Pohon Cemara yang dikenal kuat dan mampu bertahan pada berbagai musim. Untuk mengisi peran tokoh, ditunjuk Ringgo Agus Rahman yang berperan sebagai Abah, Nirina Zubir sebagai Emak, Zara JKT48 sebagai Euis dan Widuri Putri sebagai Ara.

“Kita punya reaksi dan review anak muda 20 tahun yang bilang setelah menonton film ini saya jadi mengerti kenapa bapak dan ibu saya tidak semua harus menceritakan ke saya segera. Anak bisa mengerti sudut pandang orangtua, dan orangtua bisa mengerti sudut pandang anak,” ujar Yandy Laurens selaku sutradara Keluarga Cemara dalam konferensi pers di Epicentrum XXI Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (20/12/18) lalu.

Di tengah berlangsungnya konferensi pers, beberapa aktor sempat menitikkan air mata. Suasana berubah sendu akibat adegan-adegan tak terduga ketika film diputar serta pengalaman berharga yang didapatkan dalam proses pembuatannya.

Suasana haru ketika Ringgo Agus merintihkan air mata ketika bercerita mengenai peran yang didapatkannya dalam ‘Keluarga Cemara’ pada konferensi pers, Kamis (20/12/2018) di Epicentrum XXI Kuningan, Jakarta Selatan. (ULTIMAGZ/Felisitasya Manukbua)

Sebagai pemeran Abah yang berperan sebagai tulang punggung keluarga, Ringgo tak memungkiri jika tokoh yang diperankannya dalam film ini terbilang sulit dikuasai. Meski begitu, ia mengaku merasa beruntung dapat memerankan tokoh tersebut dan bahkan mendapatkan banyak motivasi untuk mempertahankan keutuhan keluarganya sendiri.

“Persamaannya adalah seorang bapak punya anak dan seorang istri. Tujuannya itu membuat bahagia dan punya tanggung jawab bagaimana membawa keluarganya ini ke arah yang benar-benar positif,” terang Ringgo.

Nirina Zubir menjadi aktor lain yang turut mendapatkan banyak pelajaran untuk kehidupan keluarganya. Ia berharap siapa pun yang menikmati film ini bisa ikut menyebarluaskan keharmonisan yang sama di keluarga sendiri.

“Rasa cinta dan kekeluargaan yang dibentuk dalam keluarga cemara ini semoga terasa oleh semua yang sudah nonton bahkan nanti mau nonton semoga terasa juga,” tutur Nirina.

Keluarga Cemara diharapkan dapat menjadi film panutan keluarga yang mengajarkan nilai-nilai berharga. Khususnya, dengan menekankan bahwa kebersamaan jauh lebih efektif dibanding amarah untuk menyelesaikan permasalahan dalam keluarga.

 

Penulis: Felisitasya Manukbua

Editor: Gilang Fajar Septian

Fotografer: Felisitasya Manukbua