Cara Mengembangkan Usaha dari Mata Para Entrepreneur Muda

Yanuar Ilmawan (kiri), M. Yukka Harlanda (tengah), dan Julian Tanoto (kanan) sebagai pembicara pada talkshow "I'm Possible" di Auditorium Kwik Kian Gie School of Business, Sunter, Jakarta Utara, Rabu (11/5).
Share:

JAKARTA, ULTIMAGZ.com – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Finance Group of Institut Bisnis dan Informatika (FGI) Kwik Kian Gie School of Business mengadakan talkshow berjudul “I’m Possible” di Auditorium Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie School of Business, Sunter, Jakarta Utara pada Rabu (11/5). Mengangkat tema peluang usaha bagi mahasiswa-mahasiswa calon pebisnis, hadir pada talkshow ini beberapa entrepreneur muda yang sukses menjalankan bisnis di bidangnya masing-masing sebagai pembicara.

Adalah public relations Matoa Yanuar Ilmawan, owner Brodo M. Yukka Harlanda, owner Cloth Inc. Julian Tanoto, owner Nam Watch Akbari Faisal, dan owner Gowigasa Elissa Yamada yang menjadi pembicara dalam talkshow ini. Mereka membagikan ilmunya kepada hadirin dalam menjalankan bisnis.

“Kita harus membuka mata terhadap segala sesuatu yang terjadi saat ini, sehingga kita bisa tahu tentang tren yang sedang ada dan diminati orang,” ungkap Yanuar sebagai pembicara pertama.

Yanuar juga menambahkan unsur keunikan sebagai salah satu faktor pembeda yang membuat minat konsumen bertambah. Ia memberikan contoh yaitu produk usahanya sendiri, Matoa. “Karena jam tangan dengan bahan metal atau rubber sudah biasa, kami (Matoa) membuat ide untuk memproduksi jam tangan dengan bahan dasar kayu,” kata Yanuar.

Hasilnya, ia pun cukup senang dengan produk bisnisnya yang “beda” akhirnya diminati banyak orang.

Yukka sebagai pembicara kedua menyampaikan sarannya untuk menjalankan usaha, yakni harus tepat dalam memilih partner untuk memulainya. “Bikin usaha itu ga mudah, setidaknya harus punya partner lah buat bagi-bagi stres,” kata Yukka sambil bergurau.

Selain itu, ia juga berpendapat, jika ingin menjalankan usaha kita harus memiliki passion dan minat akan sesuatu yang akan kita geluti tersebut. “Passion harus sesuai sama medium, sehingga kita juga bisa enjoy nanti ngejalaninnya,” saran Yukka kepada para hadirin. Pada kesempatan ini, ia juga menceritakan suka dan dukanya selama menjalankan usaha sepatu online­-nya di Brodo

Sementara itu, Julian sebagai pembicara ketiga sependapat dengan Yanuar. “Marketing sama fashion itu saling mendukung, keduanya harus mengikuti tren,” ungkap Julian. Julian juga mengatakan bahwa yang terpenting dalam memulai usaha bisnis adalah jangan hanya terpaku kepada ide. “Turn your passion into action and determination!” seru Julian.

Akbari Faisal (kiri) dan Elissa Yamada (kanan) sebagai pembicara di sesi kedua setelah jeda.
Akbari Faisal (kiri) dan Elissa Yamada (kanan) sebagai pembicara di sesi kedua setelah jeda.

Akbari menjadi pembicara selanjutnya dalam talkshow ini selepas jeda. Menurutnya, yang terpenting dalam mengembangkan usaha adalah memikirkan langkah-langkah matang untuk terus maju. “Hambatan dan keraguan pasti ada, tetapi justru coba ubah itu menjadi support yang membangun untuk ke depannya,” ungkap Akbari.

Melengkapi ungkapan Akbari tentang melawan hambatan dan keraguan dengan mental, Elissa sebagai pembicara terakhir mengatakan bahwa dalam menjalankan bisnis, harus berani mengambil resiko dari banyaknya ketidakpastian.

Elissa juga mengatakan, meski banyak orang yang ragu dengan bisnis online, ia tetap percaya akan mampu melawan segala keraguan konsumen tersebut. “Intinya kita harus fleksibel kepada customer, jadikanlah kepuasan customer menjadi sesuatu yang sangat penting bagi bisnis kita,” ungkap owner online shop Gowigasa ini.

 

Penulis: Richard Joe Sunarta

Editor: Alif Gusti Mahardika

Fotografer: Richard Joe Sunarta