GREENATE: Atasi Bahaya Sampah Makanan Lewat Digitalisasi

GREENATE
Dalam rangkaian acara UMN ECO 2021: GREENATE menyelenggarakan webinar pada Senin (13/09/2021). (ULTIMAGZ/Elisha Widirga)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com—GREENATE dengan webinar Dine-In mengangkat isu bahayanya sampah makanan pada Senin (13/09/21) secara langsung melalui Zoom. Dengan tema Digitalization for Food Waste Management, GREENATE menghadirkan Dedhy Trunoyudho, inisiator Garda Pangan, perusahaan sosial bank makanan (food bank) pertama di Surabaya.

Mostly, proporsi terbesar sampah yang ada di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) itu adalah sampah makanan. Jadi, teman-teman perlu banget untuk concern tentang sampah makanan,” ucap Dedhy.

Dalam sesi pertama GREENATE, Dedhy ingatkan peserta webinar akan bahayanya sampah makanan lewat tragedi ledakan di TPA Leuwigajah yang menewaskan ratusan orang. Ia menjelaskan bahwa ledakan tersebut terjadi karena tumpukan sampah makanan yang menghasilkan gas metana. Tumpukan sampah tersebut karena banyaknya pengelolaan sampah basah di Indonesia yang tidak dikomposkan sehingga tidak bisa diurai. Banyaknya sampah makanan ini tidak terlepas dari pola konsumsi masyarakat yang suka menyisakan makanan ataupun memiliki stok makanan berlebih.

“Memang, kalau dari sudut pandang bisnis, opsi membuang makanan adalah opsi paling cepat, paling murah, dan paling mudah untuk dilakukan,” kata pria yang juga berlatar belakang pengusaha katering. “Namun, seiringnya berjalan waktu, kita lihat itu sebagai sebuah opsi yang gak ideal karena kita buang makanan itu jumlahnya gak main-main, besar, 1 kontainer, 2 kontainer,” lanjutnya.

Dari latar belakang inilah, bank makanan Garda Pangan terbentuk. Lewat aplikasi, Garda Pangan mengumpulkan makanan berlebih dari berbagai sumber bahkan donasi individu. Makanan yang dikumpulkan akan melewati serangkaian uji kelayakan makanan untuk disalurkan lagi pada masyarakat prasejahtera di Surabaya. Jika dinilai tidak layak, makanan akan diolah dengan teknologi black soldier light untuk dijadikan pakan ternak.

Dedhy juga menyebut solusi digitalisasi lainnya untuk isu sampah makanan adalah aplikasi Surplus. Aplikasi ini menghadirkan last minuet bills untuk makanan-makanan di toko-toko yang tidak terjual. Dengan begitu, makanan yang biasa terbuang dapat dijual dengan harga yang lebih murah.

GREENATE merupakan rangkaian acara kedua Universitas Multimedia Nusantara Earth Caring Operation (UMN ECO) 2021. UMN ECO sendiri adalah kegiatan mahasiswa yang dinaungi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) untuk terus meningkatkan kesadaran mahasiswa akan pentingnya melestarikan bumi dengan melakukan aksi nyata. Untuk meningkatkan kesadaran, GREENATE menyediakan webinar Dine-In dengan kegiatan aksi nyata yang bertajuk Take-Away. Selain Dedhy, Dine-In juga menghadirkan Angga Ariestya dan Mayang Manguri Rahayu.

Penulis: Vellanda

Editor: Nadia Indrawinata

Foto: Elisha Widirga