Hubungan Jerman dan Indonesia Dalam Serambi Jazz

Share:

Pusat Kebudayaan Jerman, Goethe Institut kembali menggelar program Serambi Jazz pada Kamis (6/2/2014) di Goethehaus, Jakarta. Dengan menampilkan musisi yang digemari acara ini berhasil menyedot perhatian masyarakat.

Program Serambi Jazz yang mengawali tahun 2014 kali ini menampilkan musik-musik jazz alternatif dan eksperimental dari Indra Lesmana Group yang dibentuk berdasarkan kebutuhan Indra Lesmana untuk kembali mempelajari hal-hal yang mempengaruhinya selama berkarir. Maka dari itu, ia memilih untuk menampilkan lagu-lagu dari Chick Corea yang merupakan salah satu musisi yang berpengaruh besar baginya di era 1981-1988.

Gagasan membuat persembahan untuk Chick Corea ini juga disambut oleh gitaris dan produser musik, Tohpati yang tumbuh pada era tersebut. Hingga terbentuk sebuah group yang terdiri dari Indra Lesmana pada keyboard dan Tohpati pada gitar. Personel lainnya ialah musisi muda seperti Shadu Rasjidi (bass), Ricad Hutapea (saxophone), dan Dion Subiakto (drums).

Mungkin sebagian besar masyarakat belum familiar dengan karya-karya dari Chick Corea. Namun, penting bagi Indra untuk menyampaikan apa yang telah Ia pelajari dari pianis Jazz asal Amerika tersebut kepada masyarakat dan musisi-musisi muda sekarang.

Indra Lesmana sendiri telah tampil di Serambi Jazz dua tahun yang lalu. Serambi Jazz telah menjadi salah satu program yang sukses dari Pusat Kebudayaan Jerman, Goethe-Institut. Sisi artistik dari jazz yang disajikan oleh seniman handal dan disertai dengan aspek edukatif telah hadir melalui Serambi Jazz sejak 2009.

Tidak banyak pula orang tahu mengenai asal-usul hubungan harmonis antara Jerman dan Indonesia dalam Jazz. Melalui acara ini pun dapat terlihat bahwa persahabatan dan harmoni antar kedua negara yaitu Indonesia dan Jerman dapat berkembang melalui Jazz.

[divider] [/divider]

[toggle title=”Info Artikel”] Reporter : Ghina Ghaliya
Editor :  Eldo Rafael
Fotografer : Natanael Wahluya
[/toggle]