IWF 2019: Menerbitkan Buku Itu Tidak Sulit!

(Kiri ke kanan) Wattpad Indonesia Representative Andy Ramadhan, Community Manager IDN Times Ernia Ayu Karina, dan Co-founder Storial.co & Nulisbuku.com Brilliant Yotenega saat menjadi pembicara di sesi 'Waktunya Pamer Karya' Indonesia Writers Festival 2019. Acara yang dihelat di Universitas Multimedia Nusantara (UMN) pada Jumat (06/09/19) hingga Sabtu (07/09/19) ini merupakan festival penulisan kreatif. (Foto: ULTIMAGZ/Andi Annisa Ivana Putri)
Share:

Punyalah kerendahan hati untuk menuliskan keberanian. Itu penting banget untuk nulis baik cerita maupun artikel.

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Kutipan di atas merupakan sepenggal kalimat yang diucapkan oleh Brilliant Yotenega, Co-founder Storial.co & Nulisbuku.com. Bagi Ega yang ahli dalam bidang penulisan di kanal daring, seseorang harus berani untuk menciptakan karya karena menerbitkan sebuah buku tidaklah sulit.

Menurut Ega, generasi milenial memiliki banyak akses untuk menciptakan karya. Akses tersebut didorong oleh kemajuan teknologi. “Kalian ini (generasi milenial) lahir sudah ada internet. Ada generasi yang saat lahir bahkan tidak ada televisi berwarna,” ungkapnya pada sesi ‘Waktunya Pamer Karya’ Indonesia Writers Festival 2019 di Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Serpong, Jumat (06/09/19).

Ega menyampaikan, kanal Nulisbuku.com yang ia dirikan sejak 2010 dapat membantu kreator muda untuk menerbitkan buku secara fisik. Naskah yang dikirim ke laman tersebut pasti diterbitkan secara selfpublishing atau penerbitan mandiri. Pencetakan buku dilakukan dengan sistem on demand. Maksudnya, buku akan dicetak sesuai permintaan.

Selain buku fisik, bacaan di kanal daring juga sedang merebak di era digital. Kanal Storial.co yang terbentuk pada 2016 merupakan wadah untuk menerbitkan karya secara digital. Uniknya, Storial.co menerapkan sistem cerita berbayar, yaitu penulis yang memasukkan ceritanya ke kanal tersebut bisa mendapat bayaran dari pembaca yang ingin membaca ceritanya. Pembayaran ini menjadi bentuk apresiasi atas karya penulis.

“Bacaan gratisan itu banyak, tetapi kita story-nya berkualitas. Teman-teman kita pasti mau beli,” tambah Ega.

Jumlah pembaca sangat menentukan eksistensi penulis di kanal daring. Menurut Andy Ramadhan yang merupakan Wattpad Indonesia Representative, hal pertama yang harus diperhatikan oleh seorang penulis adalah tetap menulis dengan konsisten.

“Harus terus menulis, ya. Saya sendiri menulis nggak langsung banyak. Saya dulu menulis cerpen-cerpen di Wattpad. Lalu kita harus berkomunikasi, mencari teman penulis untuk sharing. Pembaca itu kadang komen juga, kita harus menjalin komunikasi dengan mereka,” ungkap penulis yang jumlah pembaca di Wattpad-nya mencapai ratusan ribu hingga satu juta pembaca itu.

Community Manager IDN Times Ernia Ayu Karina yang turut menjadi pembicara di sesi ini berpesan kepada generasi milenial untuk tidak mudah menyerah. “Jangan gampang nyerah, sih. Terus-terusan coba, karena kalau nggak nyoba nggak akan tahu setelahnya akan gimana. Kalau terus nulis, terus belajar, pengetahuan literasinya semakin baik. Itu salah satu kunci mencerdaskan Indonesia,” katanya.

Sesi gelar wicara ‘Waktunya Pamer Karya’ merupakan satu dari beberapa kelas di perhelatan Indonesia Writer Festival 2019. Acara yang digelar pada Jumat (06/09/19) hingga Sabtu (07/09/19) ini menghadirkan banyak pembicara seminar maupun workshop di bidang kepenulisan. Deretan pembicara tersebut antara lain Najwa Shihab, Ivan Lanin, Ayu Utami, Trinity, Gina S. Noer, Reza Rahadian, dan Sheila Timothy.

Penulis: Andi Annisa Ivana Putri

Editor: Geofanni Nerissa Arviana

Foto: Andi Annisa Ivana Putri