JGTC Ke-39 Diharapkan Mampu Memberikan Kontribusi Bagi Musisi

(Dari kiri-kanan) Musisi muda, Adra Karim dengan Project Officer JGTC ke-39, Arsyan Diah dan musisi asal Afrika Selatan, Kgomotso Xolisa Mamaila dalam Opening & Press Conference The 39th Jazz Goes To Campus, Jum'at (28/10)
Share:

JAKARTA, ULTIMAGZ.com – Setelah sukses di tahun-tahun sebelumnya hingga mendatangkan Lenka dan Maliq & D’Essentials dalam gelarannya tahun lalu, Universitas Indonesia (UI) akan mengulang kesuksesan acara tahunan mereka yaitu Jazz Goes To Campus (JGTC) ke-39.

Melalui konfrensi pers yang diadakan pada Jumat (28/10) di Institut Francais d’Indonesie, Jakarta Pusat, acara tahunan yang sudah digelar sejak 39 tahun yang lalu ini diharapkan mampu memberikan kontribusi berarti kepada para musisi, sehingga banyak musisi muda yang karya-karyanya dapat diapresiasi melalui JGTC. Salah satu cara pihak JGTC memberikan kontribusi langsung kepada para musisi muda yakni melalui program JGTC Clinic yang bekerjasama dengan pihak Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Bekraf RI). Program ini diadakan dengan tujuan memperluas pengetahuan para musisi muda yang nantinya memilih untuk berkarir di industri musik Indonesia, khususnya kepada para peserta yang ikut dalam JGTC Competition.

Tidak hanya melalui program, para musisi yang hadir dalam konfrensi pers pada Jumat lalu yakni, Adra Karim dan Kgomotso Xolisa Mamaila (musisi asal Afrika Selatan) juga berekspektasi jika tergelarnya acara ini tidak hanya memberikan kemeriahan semata saja, melainkan mampu melahirkan musisi-musisi baru Indonesia ataupun dunia.

“Ini bisa menjadi langkah yang besar, mungkin setelah ini (JGTC ke-39) saya akan merekam untuk album baru saya atau mungkin juga saya akan kembali ke Indonesia dan berkolaborasi dengan musisi-musisi yang luar biasa disini,” ungkap Kgomotso. Baginya, Indonesia menyimpan banyak musisi hebat yang memiliki potensi untuk bersaing dengan musisi mancanegara.

Tidak jauh berbeda, Adra juga optimis jika musisi tanah air yang akan berkarya nantinya akan lebih diapresiasi oleh masyarakat.

“Musik Jazz di Indonesia sendiri dari hari ke hari itu makin maju, walaupun masih banyak yang menganggap bahwa musik Jazz adalah jenis musik yang ngebosenin atau musiknya orang tua, padahal nggak. Sekarang banyak musisi muda yang suka dan menekuni music Jazz itu,” imbuh Adra.

JGTC ke-39 sendiri akan digelar pada 27 November 2016 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI).

Penulis: Christian Manafe

Editor: Kezia Maharani Sutikno

Foto: Christian Manafe