Kesempatan Female Socio-Techpreneur dalam YCSEA 2.0

(kiri ke kanan) William Gondokusumo (CEO Campaign.com), Evan Fowler (Perwakilan Economic Corner Kedutaan Besar AS di Jakarta), Aulia Fitria Ulfah (Co-founder Afta B-Ionic, YCSEA 1.0 Winner), Adelia Anjani Putri (Strategic Communications Manager Alpha JWC Ventures), dan Aghnia Banat (Managing Director SIAP) dalam sesi foto bersama. (Dok. YSCEA)
Share:

JAKARTA, ULTIMAGZ.com – Young Changemakers Social Enterprise Academy (YCSEA) 2.0 kembali hadir dan membuka kesempatan untuk female socio-techpreneur. Edisi ini berfokus meningkatkan kesempatan bagi para pemimpin perempuan agar dapat mengembangkan teknologi dalam bisnisnya.

Acara yang diselenggarakan oleh @america dan Campaign.com ini diluncuran pada Kamis (24/10/19). Dengan kampanye #BeSociopreneur, mereka berupaya untuk mengatasi ketidakseimbangan kesempatan antara pemimpin laki-laki dan perempuan karena kemajuan ekonomi dapat dicapai saat semua pihak saling bekerja sama.

“Kami melihat bahwa sampai sekarang masih belum banyak kesempatan bagi perempuan untuk menjadi pemimpin. Ini kalau melihat konteks enggak hanya di kota, tapi juga di daerah,” kata perwakilan YSCEA 2.0 Rosa Cindy.

Cindy menjelaskan tema tersebut diangkat mengangkat tema ini untuk mendorong dan memberikan lebih banyak kesempatan bagi perempuan untuk berkarya dan memimpin sebuah usaha sosial. Selain itu, hal tersebut juga menjadi bentuk dukungan mereka pada 17 SGDs atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan milik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang memang terdapat aspek kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan di dalamnya.

“Dalam persiapannya, tim YCSEA melakukan survei ke pelaku usaha sosial (sociopreneur). Hasil survei menyatakan bahwa mayoritas sociopreneur menemukan permasalahan besar dalam teknologi, terutama dalam segi kesiapan sumber daya manusia (SDM). Temuan survei yang sama juga menyatakan bahwa mayoritas sociopreneur bilang butuh mentor untuk membantu mereka menjalankan usaha sosialnya. Di sinilah program YCSEA 2.0 hadir untuk membantu mereka,” tutur Cindy.

YSCEA 2.0 terdiri dari serangkaian kegiatan dengan sejumlah kolaborator ternama, seperti Alpha JWC Ventures, Program Social Innovation Acceleration Program (SIAP), Impact ByteGirls in Techcommunity partner, dan media partner. Kegiatan peluncuran itu juga menandai dimulainya program, sekaligus pembukaan pendaftaran untuk menjadi peserta, setelah sebelumnya dilakukan survei dan forum group discussion (FGD). Kegiatan peluncuran ini dibuka oleh perwakilan Economic Corner Kedutaan Besar AS di Jakarta Evan Powler.

Hal menarik dari program ini adalah syarat penting yang harus dipenuhi, yaitu memiliki anggota tim minimal tiga orang dengan satu perwakilan perempuan sebagai key management. Selain itu, usaha yang didaftarkan juga harus berada pada level prototype. Pendaftaran untuk pelatihan ini dibuka dari 24 Oktober 2019 silam hingga Januari 2020 mendatang dengan range umur anggota 18-35 tahun. 

Bagaimana, apa Ultimates tertarik untuk mendaftar?

 

Penulis: Xena Olivia

Editor: Nabila Ulfa Jayanti

Foto: Dokumentasi YSCEA