Menilik Konsep ‘Tidak Ada Gender’ dalam Karier TaniHub

Coaching Class #3 YCSEA 2.0 mengundang Florence Gracia (kiri tengah), Vice President Alpha JWC Ventures, Michael Jovan Sugianto (kanan tengah), Business Unit Production Manager TaniSupply & Co-Founder TaniHub Group, dan Astri Purnamasari (kanan), VP of Corporate Services Tani Group sebagai pembicara di @america, Pacific Place, Jakarta (04/12/19). (ULTIMAGZ/Amartya Kejora)
Share:

JAKARTA, ULTIMAGZ.com- Young Changemakers Social Enterprise Academy 2.0 mengajak perempuan untuk berdaya di bidang socio-techpreneur dalam acaranya yang mengusung tema Female Socio-techpreneur Edition. Dalam Coaching Class-nya yang ketiga di @america, Pacific Place,Rabu (04/12/19), acara ini menghadirkan pembicara dari bisnis startup TaniHub dan investornya, Alpha JWC Ventures.

Michael Jovan Sugianto selaku Business Unit Production Manager TaniSupply & Co-Founder TaniHub Group beserta Vice President of Corporate Services Tani Group Astri Purnamasari menjelaskan proses perjalanan startup TaniHub sebagai industri teknologi yang bekerja dalam bidang pertanian dan bagaimana peran perempuan dalam proses tersebut.

“We are open, for all female talents that willing to join our companies,” ujar Astri. Pihak TaniHub percaya bahwa tidak ada gender dalam karier, oleh karena itu tidak melarang pelamar perempuan yang ingin berdaya dalam usaha mereka.

Usaha tersebut saat ini memberdayakan 250 karyawan dan lebih dari 30 persen karyawannya merupakan perempuan yang terlibat dalam posisi-posisi dukungan back office.

Banyak startup yang sudah mulai memberdayakan perempuan seperti TaniHub, kata Astri ketika diwawancarai. “Menurut aku, startup lain juga sudah melakukan hal yang sama kok. Karena udah banyak banget perusahaan yang udah mulai mempertimbangkan dan memperhitungkan perempuan. Ada di dalam organisasinya. Bukan hanya di level middle ke bawah, tapi juga top management level.”

Soal stereotip yang mengatakan bahwa perempuan tak bisa bekerja dan harus tetap di rumah, menurut Asri perempuan sebaiknya fokus pada kemampuan diri sendiri ketimbang menanggapi komentar orang lain.

“Kita nggak bisa kontrol apa yang akan diomongin sama orang. Mendingan kita fokus ke sesuatu yang memang punya nilai tambah. Bukan hanya untuk diri kita, tapi juga untuk orang lain,” pesannya.

Seminar yang diselenggarakan oleh @america bersama dengan Campaign.com tersebut adalah bagian dari program enam bulan yang akan berakhir di Januari 2020. Acara tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas anggota Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI) dalam bidang usaha sosial.

 

Penulis: Amartya Kejora

Editor: Nabila Ulfa Jayanti

Foto: Amartya Kejora