Najwa Shihab: Media Kampus Sebagai Wujud Idealisme Anak Muda

Najwa Shihab: Media Kampus Sebagai Wujud Idealisme Anak Muda
Najwa Shihab, salah satu tamu undangan Indonesia Writers Festival (IWF) 2019 ikut berdiskusi dalam gelar wicara yang bertema "Millennials Harus Melek Jurnalistik" bahwa anak muda jaman sekarang jangan hanya melek informasi tetapi harus kritis terhadap sebuah informasi. (Ultimagz/Caroline S)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Wartawan senior dan Founder Narasi TV Najwa Shihab mengutarakan bahwa media kampus dapat menjadi contoh bagaimana media dibangun dari idealisme anak muda. Hal itu disampaikannya saat menjadi pembicara di Indonesia Writers Festival (IWF) 2019, di Universitas Multimedia Nusantara (UMN), pada Jumat (06/09/19).

“Selalu menggunakan kacamata publik untuk menentukan angle berita,” kata Nana.

“Kebenaran ‘kan bisa beda-beda, tapi yang mendekati kebenaran adalah yang paling banyak manfaatnya untuk orang banyak. Jangan merasa hanya karena media kampus, jadi berarti audiensnya hanya kampus dan yang harus dilihat itu urusan-urusan kampus. Justru media kampus harus bisa menjadi contoh bagaimana media itu dibangun dari idealisme anak muda,” tutur wanita yang akrab disapa Nana tersebut.

Nana menjelaskan bahwa kunci jurnalistik adalah selalu berusaha mencari fakta. Melalui verifikasi, check and re-check, dan meng-cover semua angle. Setelah mengumpulkan berbagai informasi, baru menentukan sikap.

Selain itu, Nana juga menyatakan agar jurnalis tidak perlu kenal takut. Jurnalis harus berani mengambil sikap selama semua proses jurnalistik sudah dipenuhi dan tidak menerobos pagar-pagar batasan, yaitu Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

Saat dimintai tanggapan mengenai media kampus dan independensinya, pembawa acara Mata Najwa ini mengatakan agar media kampus tak hanya mengangkat soal isu-isu perkuliahan, tetapi juga isu-isu yang menjadi sorotan publik seperti soal korupsi, persatuan, dan bagaimana kita mengelola perbedaan.

“Jadi, justru menurut saya media kampus harus jadi contoh karena harusnya relatif independen tanpa ada sponsor. Jadi, satu-satunya mata uang media kampus itu independensinya dan idealisme anak mudanya yang insya Allah belum terbelih,” tutupnya.

 

Penulis: Xena Olivia

Editor: Ivan Jonathan

Foto: Caroline Saskia