“Passionpreneur” Jadi Topik Utama Seminar HUT Kompas Corner

Vice GM Marketing Harian Kompas, F.N. Terryan memberikan sepiring nasi tumpeng kepada Ketua Panitia HUT Komcor yang kelima, Ly Agung di Lecture Theatre, UMN, Rabu (02/05/18).
Share:

JAKARTA, ULTIMAGZ.com Setiap manusia memiliki passion tersendiri. Namun, banyak dari mereka yang tidak tahu apa passion mereka. Inilah yang menjadi ide utama Kompas Corner untuk menyelenggarakan seminar bertema Unleash Your Passionpreneur Soul

Seminar yang diadakan pada Rabu (02/05/2018) lalu ini menghadirkan narasumber seperti produser dari film Filosofi Kopi dan Viva Barisa Handoko Hendroyono, Edward Widjonarko selaku co-founder dari Cicil.co.id dan managing director dari S.E.A Big Change Agency Christopher Tobing. 

Dalam rangka merayakan ulang tahun Kompas Corner yang kelima, panitia ingin membuka wawasan masyarakat, khususnya mahasiswa untuk mengeksplorasi passion-nya yang mungkin masih terpendam.

“Jadi, Kompas Corner mengambil tema ini karena sebelumnya kita sudah survei dan banyak banget yang jawab nggak tahu atau bingung saat ditanya apa passion kamu,” ujar Ly Agung yang mengetuai acara HUT ke-5 Kompas Corner . 

Lewat tema ini, Kompas Corner juga ingin mengajak serta dan menginspirasi para peserta seminar untuk bisa menggali atau menemukan passion-nya dan menjadikan passion itu sebagai sebuah bisnis yang bukan hanya untuk memperkaya diri sendiri, tapi juga memberikan dampak positif ke banyak orang. 

“Makanya kita mengambil kata kunci ‘passionpreneur‘ yang berasal dari kata passion dan entrepreneur dan tiga values untuk menjadi seorang passionpreneur yang kita yakini mau kita sampaikan, yaitu passion, freedom, impact,” lanjutnya. 

Menurut Agung, lewat topik seminar yang dibawakan ini, Kompas Corner merasa memiliki tanggungjawab juga untuk berkontribusi memajukan perekonomian Indonesia. Banyak juga orang-orang yang suka buat bisnis mengikuti tren namun akhirnya gagal karena mereka mengerjakan bisnisnya tidak berdasarkan passion 

“Harapan kita pengen banget Indonesia maju, kalau perekonomiannya meningkat, tingkat pendidikan dan pemerataan juga pasti akan meningkat. Secara tidak langsung juga kalau semua meningkat, pola pikir masyarakat juga akan menjadi lebih baik dan secara tidak langsung lagi, masyarakat akan lebih cerdas dalam menanggapi hal-hal simpel seperti membedakan hoax. Kita ingin mengubah dari hal yang paling fundamental dulu,” tutur Agung. 

Menutup penjelasannya, Agung berharap Kompas Corner juga mampu menjadi pionir dan bisa menginspirasi banyak orang lewat acara seminar ini; walaupun banyak acara sejenis yang menjamur di kota-kota.

 

Penulis: Stefanny

Editor: Gilang Fajar Septian

Fotografer: Felisitasya Manukbua