TechnoScape 2020 Beri Tips Digital Marketing di Hari Pertama Virtual Conference

TechnoScape 2020 Beri Tips Digital Marketing di Hari Pertama Virtual Conference (ULTIMAGZ)
Wizendy Tedja (CEO of Yuna&Co) sebagai narasumber dalam acara TechnoScape pada Jumat (11/09/20) via Zoom. (ULTIMAGZ/Titus Chrisna Y)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com Bina Nusantara Computer Club (BNCC) kembali menyelenggarakan event tahunan TechnoScape 2020 yang kini dilakukan melalui konferensi daring berbentuk webinar dan workshop. Konferensi virtual yang berlangsung pada Jumat (11/09/20) hingga Minggu (13/09/20) ini mengusung tema Acquire Technology Insight to Build your Remarkable Career. Di hari pertamanya, TechnoScape 2020 membagikan berbagai tips melakukan digital marketing.

Pada sesi pertama yang berlangsung pukul 09.00 hingga 11.00 WIB, Winzendy Tedja sebagai pembicara tunggal membagikan tips seputar digital marketing kepada 212 peserta konferensi daring. 

Winzendy mengatakan bahwa pada saat ini pembelian secara online semakin menyebar khususnya di masa pandemi ini, itu artinya bahwa pemasaran online akan menjadi kebiasaan dan tradisi masyarakat Indonesia.

Permanence on the market’s online habits. If your business is not online, you’re late. Fragmentation of digital channels,” ujar Founder dan CEO Yuna & Co ini.

Untuk memulai suatu bisnis, seorang pebinisnis perlu fokus pada tujuan bisnis. Maka, pertanyaan penting yanng harus ada ketika merencanakan sebuah usaha adalah ‘mengapa saya ingin membuat bisnis ini? Bagaimana cara saya memperkenalkan produk kepada pelanggan? Apa yang mendorong saya untuk membangun bisnis? Dimana saya menemukan pelanggan? Siapa yang akan menggunakan produk saya?’

Pertanyaan-pertanyaan di atas sangatlah penting saat mengawali bisnis, karena dengan itu tujuan bisnis dibangun akan diketahui, yang akan menjawab bagaimana cara membangun bisnis tersebut, dan bagaimana cara memperkenalkan produk yang akan dipasarkan. Ketiga pertanyaan ini menjadi hal dasar karena akan sangat menentukan arah dan proses jalannya bisnis tersebut.

Selain itu, perlu juga mengetahui di manakah pelanggan sering menghabiskan waktunya, dengan kata lain media sosial apa yang mereka gunakan. Jika pelanggan banyak menggunakan Instagram, Facebook, Line, atau media sosial lainnya, maka sebagai pemasar, harus lebih banyak meluangkan banyak waktu untuk memasarkan produk di media sosial tersebut. Singkatnya seorang pemasar harus mengejar pelanggan.

Hal lain yang tak kalah penting dalam mengembangkan digital marketing adalah seorang pemasar harus mengetahui selera pembeli. Orang-orang yang membeli suatu produk selalu mencari kemudahan, maka mereka akan mencari produk yang relevan dengan kebutuhannya. Misalnya, seorang pelanggan yang ingin membeli roti akan mencari toko roti yang bersih, rapi, dan menarik. Jika ada pelanggan yang datang ke toko roti, kemudian meninggalkannya, maka pemilik toko roti perlu bertanya pada diri sendiri, ‘apa yang perlu saya perbaiki dari toko saya?’

“Pembeli memiliki pemikiran bahwa, “this is it! This is what I need/want. Now should I spend money here? Business mindset, how can I make sure to seal the deal?” Jika pembeli sudah menemukan produk yang diinginkan, dia juga berpikir apakah saya akan mengeluarkan uang disini? Sedangkan sebagai pebisnis memiliki pemikiran “how can I make sure to seal the deal?”” papar Winzendy

Singkatnya, seorang pebisnis harus membangun bussines mindset. Pola pikir dalam membangun bisnis meliputi bagaimana cara memastikan bahwa produk menarik bagi pelanggan dengan harga yang sesuai, pengemasan yang rapi dan bersih, penyediaan promo, dan jenis-jenis produk tersebut.

Mengakhiri workshop tersebut, Winzendy menegaskan bahwa saat mulai bisnis perlu mengetahui beberapa hal yakni, “Start with WHY, vision, dan mision of your business. Define your target market/persona. Define your most effective channels. Define your north star metrics. Improve user experience for costumer’s retention.”

Dengan pernyataan diatas, ia mengajak peserta untuk mengawali bisnis mulai dengan kata MENGAPA bisnis ini dimulai dan apa visi misinya. Setelah mendapat jawaban pertanyaan tersebut, barulah menentukan target pasar atau persona dari bisnis yang dibangun. Kemudian, tentukanlah media sosial apa yang apa akan digunakan secara efektif. Serta, jangan lupa untuk meningkatkan pengalaman dengan belajar dan mengembangkan pengenalan tentang keinginan pelanggan.

 

Penulis: Sr Angela Siallagan FCJM

Editor: Andi Annisa Ivana Putri

Fotografer: Titus Chris Yoga