Film Baru Ernest Prakasa “Imperfect” Akan Angkat Tema Keresahan Perempuan

Ernest Prakarsa akan membuat film baru yang diangkat dari novel istrinya Meira Anastasia berjudul "Imperfect". Film ini direncanakan akan rilis pada Desember 2019. (Foto: tribunnews.com)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Komika, sutradara, dan aktor Ernest Prakasa sedang menggarap sebuah film baru. Film berjudul Imperfect ini diangkat dari buku karya istrinya Meira Anastasia yang berjudul sama dengan film yang sedang digarapnya. Film ini direncanakan akan rilis pada Desember 2019.

Film ini akan disajikan dengan genre komedi romantis. Tentunya ini merupakan sebuah warna baru dalam film Ernest, sebab karya-karya sebelumnya, seperti Susah Sinyal, Cek Toko Sebelah, dan Milly & Mamet kental dengan genre drama keluarga.

“Tapi ini (film Imperfect) romantic comedy (roncom) banget, love story banget. Bungkusannya juga roncom banget. Jadi, mungkin menarik sekali-sekali bikin yang cinta-cintaan,” kata Ernest seperti yang dikutip oleh Kompas.com.

Untuk proses penulisan naskah, Ernest kembali bekerja sama dengan istrinya seperti di film-film sebelumnya. Ernest mengungkapkan bahwa Meira lebih dominan dalam pengerjaan skenario karena cerita ini mengangkat keresahan wanita terhadap persepsi tubuh ideal. Maka dari itu, Meira akan menuangkan keresahannya dalam skenario agar terasa lebih nyata.

Buku Imperfect sendiri membahas pengalaman Meira yang merupakan istri seorang figur publik. Berawal dari komentar di Instagram yang berkonotasi negatif, di sanalah Meira mengalami ketidakpercayaan diri. Melalui bukunya, Meira mengajak pembaca untuk berdamai dengan diri sendiri, menerima diri, dan percaya diri.

Perjuanganku adalah berdamai dan menerima diriku sendiri.  Dan perjuangan orang lain mungkin berbeda denganku.  Pelajarannya, nggak semua masalah bisa dilihat di permukaan.  Ada masalah-masalah yang nggak kelihatan, tapi juga berdampak sangat buruk terhadap diri kita. Salah satunya ya itu, membenci diri sendiri.  (Anastasia, 2018:85)

Berlandaskan buku Imperfect, Ernest ingin bercerita bahwa wanita cenderung kerap membebani diri dengan pikiran atas bentuk tubuh yang ideal.

“Yang bisa gue ceritakan sedikit sekali. Intinya, ini film tentang perempuan dan persepsi terhadap dirinya, terutama dari segi fisik. (Materi) bukunya  soal penerimaan diri perempuan,” kata Ernest kepada Medcom.id.

Nama Ernest Prakasa di dunia perfilman Indonesia tidak bisa dibilang awam. Film pertamanya Ngenest yang liris pada 2015 terjual sebanyak 785 ribu lembar. Sementara film Cek Toko Sebelah, Susah Sinyal, dan Milly & Mamet terjual 1,5 juta hingga 2,7 juta lembar tiket.

 

Penulis: Andi Annisa Ivana Putri

Editor: Geofanni Nerissa Arviana

Foto: tribunnews.com

Sumber: kompas.com, kumparan.com, msn.com