4 Tontonan untuk Bangun Gaya Hidup Minimalis dan Sehat Mental

Ilustrasi gaya hidup minimalis. (Foto: pexels.com)
Ilustrasi gaya hidup minimalis. (Foto: pexels.com)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com — Hadirnya pandemi Covid-19 dalam kehidupan membuat masyarakat lebih tersadar akan pentingnya menjaga kesehatan fisik, mental, dan finansial. Melansir tempo.co, gaya hidup minimalis dapat memberikan manfaat untuk menyehatkan mental, finansial, dan kehidupan sosial seseorang. Untuk memulainya, Ultimates dapat menonton empat rekomendasi serial dan dokumenter yang ramah pemula.

Sebagai manusia, wajar bila memiliki sifat materialistis atau memiliki kecenderungan untuk membeli dan memiliki suatu barang. Watak tersebut tidak buruk asalkan digunakan secukupnya atau memiliki nilai dalam hidup.

Darrin McMahon dalam bukunya “Happiness: A History” menuliskan, kekayaan dengan makan di restoran mewah maupun membeli barang-barang mahal ialah kebahagiaan semu. Mereka hanya mendatangkan kebahagiaan sementara yang tidak dapat menciptakan kebahagiaan sejati.

Glints.com menuliskan, gaya hidup minimalis merupakan konsep untuk hidup dengan barang sedikit dan sederhana yang dapat membawa manfaat secara maksimal atau less is more. Dengan menerapkan gaya hidup ini, seseorang dapat meninggalkan sikap boros untuk mencapai kehidupan sederhana yang berkualitas.

Minimnya memiliki barang yang tidak ada nilainya bagi kehidupan Ultimates akan membuat seseorang lebih fokus melakukan hal bermanfaat, seperti hobi dan olahraga. Selain itu, menurunkan kebiasaan konsumtif sehingga sehat finansial sekaligus menjaga lingkungan.

Untuk membantu Ultimates dalam membangun gaya hidup minimalis dan menjaga kesehatan mental di masa pandemi Covid-19, berikut ini adalah rekomendasi dokumenter dan serialnya.

  1. The Minimalists: Less Is Now

Film dokumenter ini menjelaskan tentang pentingnya hidup minimalis lewat pengalaman nyata Joshua Fields Millburn dan Ryan Nicodemus. Mereka adalah sahabat yang giat mempromosikan gaya hidup minimalis.

Cara penyampaiannya ringan dengan membandingkan fakta meningkatnya perilaku konsumtif. Keduanya mencoba menjelaskan konsep minimalis menurut mereka dengan akhiran yang membantu pemula untuk memulai menerapkan gaya hidup tersebut.

“Saat itu aku berusaha untuk melepaskannya. Kau tahu? Aku sunggah merasa bebas untuk pertama kalinya di hidupku. Waktuku kembali. Hidupku kembali dan saat aku mengubah hidupku, aku berfokus pada komunitas, bukan konsumerisme. Memberi, bukan menerima. Manusia, bukan barang,” ujar Ryan dalam dokumenternya.

  1. Tidying Up with Marie Kondo

Marie Kondo merupakan seorang konsultan organisator barang asal Jepang dan pencipta metode KonMari. Lewat serial “Tidying Up with Marie Kondo”, ia mengunjungi keluarga untuk membantu mengatur serta merapikan rumah mereka.

Ia tidak hanya memberikan tips untuk merapikan rumah dan pakaian, tetapi juga membantu anggota keluarga untuk memilah barang yang akan disimpan. Marie mencoba mendorong seseorang untuk menghargai hal-hal kecil dalam hidup untuk memeroleh kebahagiaan.

Selama menonton serialnya, Ultimates tidak akan mendapati paksaan membuang barang, tetapi Marie mengajarkan untuk melihat ke dalam diri. Pasalnya, metode KonMari yang mengusung slogan “does it spark joy?” menyesuaikan penataan rumah sesuai selera pemiliknya.

  1. Get Organized with The Home Edit

Setelah menonton “The Minimalists: Less Is Now” dan “Tidying Up with Marie Kondo”, Ultimates dapat memperluas pengetahuan merapikan rumah dari “Get Organized with The Home Edit”. Bersama pendiri dari The Home Edit, Clea Shearer dan Joanna Teplin, Ultimates bisa belajar kiat membuat ruang dengan sistem untuk mewujudkan tujuan rumah.

Langkah pertama yang mereka lakukan juga dimulai dengan ‘The Edit’. Mereka tidak menyebutnya hanya membuat barang, tetapi menjelaskan bahwa hal tersebut dapat memberi ruang untuk barang-barang yang Ultimates sukai.

Selain pembawaan ramah dan pendekatan tidak memaksa, Clea dan Joanna mengajarkan untuk mengategorisasikan barang dan cara memilih solusi penyimpanan yang sesuai untuk Ultimates. Ciri khas mereka ialah merapikan barang dengan menggunakan koordinat warna pelangi.

  1. Headspace Guide to Meditation

Selain mengubah lingkungan sekitar Ultimates, kebiasaan melakukan meditasi menjadi salah satu cara untuk tetap menjaga kesehatan mental. Tidak bisa dihindari bahwa pandemi Covid-19 membuat sebagian orang menjadi stres, cemas, dan sulit tidur. Seorang biksu Buddha dan penulis sejumlah buku meditasi serta mindfulness, Andy Puddicombe, melihat meditasi kini menjadi opsi yang seringkali orang akses.

“Meditasi itu universal dan abadi. Sudah ada selama beberapa milenium, dan selama itu, ini membantu banyak komunitas mengatasi banyak hal sulit,” kata Puddicombe kepada vulture.com.

Lewat “Headspace Guide to Meditation”, Ultimates dibimbing langsung oleh Andy untuk melakukan meditasi. Tiap serialnya memiliki tujuan berbeda-beda, tetapi disertai dengan penjelasan ilmiah mengenai fenomena tersebut.

Kepala Konten dan Produser Eksekutif Headspace Morgan Selzer berharap bahwa serial ini dapat menjaga pikiran penonton untuk melalui segala hal. Ia juga menginginkan agar delapan episode serial animasi ini memberikan sesuatu untuk semua orang di tahun baru.

“Kami sangat berharap ada sesuatu di sana untuk semua orang,” kata Selzer.

 

Penulis: Elisabeth Diandra Sandi

Editor: Agatha Lintang

Foto: pexels.com

Sumber: tempo.co, glints.com, kompas.com, idealhome.co.uk, vulture.com