Serial “7 Hari Sebelum 17 Tahun” Angkat Isu Perundungan di Kalangan Remaja

Serial "7 Hari Sebelum 17 Tahun" Angkat Isu Perundungan di Kalangan Remaja
Poster Serial "7 Hari Sebelum 17 Tahun". (Foto: instagram.com/7harisblm17tahun)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Layanan streaming STRO telah resmi merilis episode perdana serial “7 Hari Sebelum 17 Tahun” pada Minggu (14/02/21). Serial garapan sutradara Rangga Nattra ini mengangkat isu perundungan yang kerap terjadi di kalangan remaja.

Perundungan atau yang kerap disebut bullying telah menjadi isu yang marak terjadi, secara khusus di lingkungan remaja. Hal inilah yang membuat Rangga Nattra beserta seluruh tim di balik “7 Hari Sebelum 17 Tahun” ingin menyuarakan gerakan anti bullying melalui serial ini.

“Isu ini sengaja dipilih karena relate sekali dengan keadaan anak-anak sekolah. Isu yang seakan dianggap normal untuk ada, padahal seharusnya ditumpas dan bukan jadi tradisi yang diwariskan ke adik-adik kelas mereka,” ujar Produser Eksekutif STRO Sarjono Sutrisno melalui keterangan resminya, dikutip dari antaranews.com.

“7 Hari Sebelum 17 Tahun” akan menghadirkan potret kehidupan siswa SMA yang sedang berhadapan dengan lika-liku dalam proses penerimaannya di lingkungan sekolah. Mereka menghadapi berbagai situasi yang kemudian membawa mereka pada kondisi depresi, gelisah, hingga kehilangan rasa percaya diri.

Mengangkat isu serius dalam kehidupan nyata membuat penggarapan serial ini dilakukan secara matang dan tidak main-main. Alhasil, Rangga Nattra bersama dengan Endik Koeswoyo sebagai penulis naskah menghabiskan waktu tiga tahun untuk mengembangkan ide cerita.

“Sudah tiga tahun lalu ide dasarnya buat serial anak SMA, tapi enggak cuma romance. Ingin capture kehidupan remaja, kalau orang nonton banyak yang relate,” kata Rangga, dikutip dari medcom.id.

Untuk dihadirkan dalam cerita “7 Hari Sebelum 17 Tahun”, Endik dan Rangga melakukan observasi terhadap sejumlah siswa SMA. Keduanya juga melakukan riset terhadap peristiwa perundungan yang sering terjadi di lingkungan sekolah.

“Kami kumpulin anak SMA dari berbagai macam ragam. Kasus real yang terjadi di Indonesia bullying-nya terlalu dark. Makanya di serial ini ada fantasinya agar nggak terlalu dark, tapi intinya serial ini ingin memanusiakan manusia,” ungkap Rangga lagi.

Sebagai bentuk keseriusan dalam melawan perundungan, serial ini juga bekerja sama dengan Biometric Indonesia yang merupakan konsultan psikologi terintegrasi. Mereka menyediakan layanan konseling bagi para korban bullying sehingga diharapkan para korban dapat berani menyuarakan apa yang mereka alami.

“Kami berharap film ini dapat menjadi wadah bagi mereka yang mengalami perundungan atau bullying. This is time to speak out, let’s cope this with us, you are not alone,” ujar sang sutradara.

Serial “7 Hari Sebelum 17 Tahun” akan menampilkan sejumlah artis ternama, mulai dari para aktor muda hingga beberapa nama senior di industri film Indonesia. Mereka adalah Tissa Biani, Endy Arfian, Lyodra Ginting, Marcell Darwin, Davina Karamoy, Ginanjar Sukmana, Ray Sahetapy, Karina Suwandi, Aida Nurmala, dan masih banyak lagi.

Memiliki total tujuh episode, “7 Hari Sebelum 17 Tahun” akan tayang setiap hari Minggu di layanan streaming STRO. Jika ingin menyaksikan serial ini, Ultimates dapat berlangganan terlebih dahulu dengan harga mulai dari 10 ribu rupiah per bulan.

  

Penulis: Christabella Abigail Loppies

Editor: Maria Helen Oktavia

Sumber: antaranews.com, medcom.id, nova.grid.id

Foto: instagram.com