“Happy Death Day 2U” Angkat Konsep Parallel Universe

Film "Happy Death Day 2U" (Ultimagz)
Film "Happy Death Day 2U". (Foto: filmhoror.web.id)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com ー Rantai dejavu yang dialami Tree Gelbman ternyata tidak berakhir pada film pertama. Jason Blum kembali menghadirkan perjuangan Tree untuk keluar dari lingkaran waktu tak berujung dalam Happy Death Day 2U setelah merilis film pertamanya pada 2017.

Film kedua ini berkisah tentang Tree Gelbman (Jessica Rothe) yang terjebak dalam sebuah parallel universe, di mana semua hal dalam alam semesta tersebut berbeda dengan apa yang terjadi dalam alam semesta Tree. Kekasihnya, Carter (Israel Broussard), kini menjadi kekasih orang lain, dan hal yang terutama adalah Tree menemukan ibunya yang telah meninggal di alam semestanya hidup dan bergerak. 

Ketika Tree mengetahui bahwa apa yang dialaminya selama ini diakibatkan oleh Ryan (Phi Vu) dan teman-temannya yang mempermak waktu dengan alat eksperimen sains-nya, Tree harus kembali mati berulang-ulang untuk mencoba satu per satu algoritma yang bisa membuat alat tersebut mengirimnya ke alam semestanya kembali.

Salah satu adegan dalam film "Happy Death Day 2U".
Salah satu adegan dalam film “Happy Death Day 2U”. (Foto: amageni.com)

Berbagai rintangan yang tak kunjung usai dalam proses percobaan algoritma tersebut yang menjadikan film semakin menarik. Percobaan-percobaan nyaris yang tak kunjung berhasil mampu membuat penonton  gemas ketika menonton film ini.

Alur pada film kedua bisa diamati jauh lebih rumit dibanding film pertama. Tree tidak hanya berjuang bagi dirinya sendiri, namun juga hidup orang-orang yang dikasihinya. Dilema yang dihadapkan pada Tree membuatnya harus memilih antara mendiang ibunya atau kekasihnya. Antara menghidupkan masa indah yang tidak pernah nyata, atau kembali ke masa rumit miliknya sendiri.

Walaupun lompatan dari adegan satu ke adegan lainnya berlanagsung cukup cepat, keseluruhan alur film masih bisa diikuti dan dipahami. Terdapat pula pengulangan beberapa adegan dejavu film pertama, namun komposisinya cukup untuk tidak membuat penonton bosan. 

Beberapa pemain yang baru ambil bagian dalam film kedua ini dirasa memiliki peran yang cukup signifikan dan tidak sekadar sebagai penyegar. Contoh, James Blum sebagai sutradara berhasil memaksimalkan peran Samar Ghosh (Suraj Sharma) dan Dre Morgan (Sarah Yarkin). Mereka adalah teman dalam proyek eksperimen sains Ryan, yang turut membantu Tree kembali ke alam semestanya.

Namun, munculnya istri Dr. Gregory Butler di akhir film dirasa tidak terlalu dibutuhkan. Juga, tindakan Gregory (Charles Aitken) yang berbalik membunuh sang istri membuat bagian tersebut menjadi membingungkan. Setelah bekerja sama dalam merencanakan pembunuhan Lori (Rubi Modine), Gregory membunuhnya dengan alasan ingin bercerai.

Salah satu adegan dalam film "Happy Death Day 2U".
Salah satu adegan dalam film “Happy Death Day 2U”. (Foto: jadwalnonton.com)

Seperti film pertamanya, Happy Death Day, walaupun film ini bergenre horor, kehororan dalam film ini dinilai lemah. Film lebih banyak menyajikan jumpscare yang kebanyakan ditampilkan saat kemunculan sang sosok pembunuh bertopeng maskot bayi. Sedangkan selebihnya, film ini malah berhasil memainkan emosi penonton dengan mengangkat kisah di dalam keluarga.

Kesinambungan adegan pada film pertama dan film kedua membuktikan keterampilan yang baik dan persiapan yang panjang oleh orang-orang di belakang layar. Bergolongan 17+, film Happy Death Day 2U bisa dinikmati di Netflix, HBO GO, dan platform streaming daring lainnya.

 

Penulis: Maria Helen Oktavia

Editor: Andi Annisa Ivana Putri

Foto: amageni.com, jadwalnonton.com, filmhoror.web.id