“Hati dan Paru-Paru”, Nasihat Lomba Sihir untuk Anak Rantau

Cuplikan video lirik "Hati dan Paru-Paru" oleh Lomba Sihir di platform YouTube. (Foto: diadona.id)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com — Lomba Sihir, band baru asal Jakarta, merilis karya perdana mereka, Hati dan Paru-Paru, pada Jumat (26/02/21) lalu. Bertempo cepat dengan nada ceria, lagu ini dipenuhi nasihat untuk anak rantau dan pendatang baru di Jakarta sekaligus bagi Lomba Sihir sendiri yang baru memulai karir musiknya.

Beranggotakan Baskara Putra alias Hindia (vokal), Natasha Udu (vokal), Rayhan Noor (gitar, vokal), Wisnu Ikhsantama (bas, vokal), Tristan Juliano (kibor, vokal), dan Enrico Octaviano (drum), Lomba Sihir membungkus Hati dan Paru-Paru dengan gaya musik pop tahun ’80-an. Liriknya berisikan petunjuk praktis bagi anak rantau dalam berlaku di ibu kota yang penuh dengan siasat. Petunjuk-petunjuk tersebut dibalut dengan permainan kata yang menarik dan kaya akan makna, seperti yang ada di dalam lirik chorus berikut ini.

Kota memburu anak yang lugu 

Jadilah licik s’perti hantu

Sedikit senyum palsu, bawa luaran baru

Tertawalah walau tak lucu, kenakan sepatu terbaikmu

Lewat lirik bersajak tersebut, Lomba Sihir mengingatkan anak rantau untuk bersikap cerdik ketika berinteraksi dengan masyarakat ibu kota, melepas senyum dan tawa walau situasi tidak cocok dengan diri sendiri. Tak lupa juga sebuah pengingat untuk selalu mengenakan pakaian terbaik sesuai tren untuk memberikan impresi yang baik.

Selain itu, judul Hati dan Paru-Paru muncul pada bagian post-chorus sebagai nasihat agar anak rantau dapat menjaga diri sendiri dari bahaya-bahaya di ibu kota.

Kau jaga hati dan paru-paru

Dari taring tajam malam minggu

Malam minggu memang identik dengan kencan. Namun, di Jakarta, malam minggu juga menyebabkan jalanan macet dan berpolisi sebab orang-orang pergi ke luar untuk mencari hiburan. Dengan demikian, lewat single terbarunya, Lomba Sihir mengingatkan pendengarnya untuk tidak tenggelam dalam kegemerlapan ibu kota secara menjaga hati dan paru-paru mereka agar tidak tersakiti.

Hati dan Paru-Paru secara langsung dan tidak langsung seperti menasehati jaga diri dari alkohol dan rokok, atau bisa juga hati sebagai makna emosional,” tutur Baskara (Hindia) yang menulis lirik Hati dan Paru-Paru, dilansir dari tagar.id.

 

Foto band Lomba Sihir dengan posisi dari paling atas Tristan Juliano, Rayhan Noor, Enrico Octaviano, Wisnu Ikhsantama, Baskara Putra, dan Natasha Udu. (Foto: whiteboardjournal.com)

Lomba Sihir awalnya tercipta dari inisiatif Baskara yang mengajak anggota lainnya untuk membentuk band sendiri. Sebelumnya, mereka merupakan band pengiring Hindia, proyek solo Baskara, dan terlibat dalam proses rekaman album Menari dengan Bayangan. Karena kontribusi yang merata dari semua anggota dalam proses pembuatan musik Hindia, Baskara pun mengembangkan Lomba Sihir sebagai suatu entitas tersendiri.

Penulis: Vellanda

Editor: Charlenne Kayla Roeslie

Foto: diadona.id, whiteboardjournal.com

Sumber: tagar.id, sonora.id, voi.id