SERPONG, ULTIMAGZ.com – “Blue Period” merupakan komik karya Tsubasa Yamaguchi yang terbit pada 2017. Komik ini menceritakan kehidupan dan kesulitan seorang mahasiswa jurusan seni di Universitas Seni Tokyo, Yaguchi Yatora.
Kisah “Blue Period” dimulai dengan Yaguchi Yatora sebagai siswa SMA tahun kedua yang apatis terhadap seni. Muncul sebagai siswa nakal tetapi memiliki nilai akademik yang bagus, Yaguchi sempat memandang lukisan dan seni sebagai sesuatu yang tidak memiliki nilai.Yaguchi juga merasa bahwa seni hanya dapat dilakukan oleh mereka yang berbakat.
Baca juga: Rekomendasi Manga ‘Psychological-Thriller’ Pemicu Adrenalin
Di narasi awal, Yaguchi bahkan mempertanyakan mengapa lukisan milik Pablo Picasso sang pelukis terkenal asal Spanyol dianggap indah. Ia merasa tidak dapat memahami pujian dan penilaian bagus yang diberikan orang-orang pada sang maestro kondang.
Sampai suatu hari, kelasnya diminta untuk menggambarkan pemandangan favorit mereka. Karena ketidakpeduliannya, Yaguchi dengan setengah hati mengerjakan tugasnya. Namun, perasaan acuhnya berubah ketika ia harus kembali ke ruang kelas seni untuk mengambil rokok dan menemukan lukisan seorang kakak kelasnya.
Terinspirasi oleh lukisan tersebut, Yaguchi semakin terjerumus ke dunia seni dan bertekad untuk mendaftar ke Universitas Seni Tokyo. Di sanalah cerita Yaguchi Yatora yang sepanjang hidupnya tidak pernah memiliki tujuan, berubah drastis ke arah yang tak pernah ia bayangkan.
Komik ini dibagi menjadi dua babak dalam pengisahannya. Yang pertama ada “Pre-Geidai Arc”, yakni ketika Yaguchi merupakan seorang siswa SMA yang bersusah payah mengejar Universitas Seni Tokyo untuk mengambil jurusan seni. Sementara kisahnya setelah berhasil memasuki kampus impiannya, disebut “Post-Geidai Arc”.
Dalam “Pre-Geidai Arc”, bagian ini akan banyak bercerita mengenai perjuangan Yaguchi dalam menghadapi masalah dengan orang tua dan lingkungannya yang meragukan prospek kerjanya di bidang seni. Diceritakan pula keraguan tokoh utama dengan kemampuannya sendiri dan munculnya tokoh-tokoh di sekeliling Yaguchi dengan masalahnya masing-masing.
Tidak terlalu berbeda dari kisah sebelumnya, “Post-Geidai Arc” juga membahas masalah Yaguchi dan orang-orang di sekelilingnya. Namun, cerita di bagian ini berlatarkan di universitas. Persaingan dan kemampuan orang-orang di sekitar Yaguchi lebih mumpuni membuat komik “Blue Period” masuk lebih dalam ke emosi dan tekanan yang dirasakan mahasiswa jurusan seni.
Setiap tekanan dan perasaan yang dirasakan tokoh utama digambarkan realistis dengan pemecahan yang sesuai dengan realita. Komik ini juga tidak menunjukkan tokoh utama yang naif dan selalu bernasib baik, Yaguchi Yatora sering kali digambarkan memiliki perasaan negatif dan dihampiri nasib malang dalam kisahnya sendiri.
Komik ini memiliki genre slice of life, drama dan coming of age dengan cerita yang dikemas apik dan realistis. Judul “Blue Period” juga terinspirasi oleh istilah The Blue Period. The Blue Period merupakan istilah yang digunakan untuk mendefinisikan karya Picasso antara periode tahun 1901 dan 1904, dilansir pablopicasso.org. Di periode tahun tersebut, Picasso melukis lukisan monokromatik dalam nuansa biru dan biru-hijau, yang dikatakan menggambarkan kesedihan dan melankolis.
Baca juga: Netflix Rilis Trailer Anime “The Way of the Househusband”
“Blue Period” menggambarkan bahwa hidup terkadang berjalan di luar apa yang direncanakan setiap orang, adanya kegagalan yang selalu terjadi, dan ketakutan dalam mengejar mimpi. Selain menggambarkan perasaan para mahasiswa di jurusan seni, konflik dalam cerita ini dirasa dapat menggambarkan perasaaan seluruh mahasiswa pada umumnya.
Kini komik “Blue Period” telah mencapai volume ke-12 dan mendapatkan adaptasi film anime pada 2021 lalu. Komik ini juga sempat mendapatkan penghargaan pada 2020 di kategori Best General Manga dalam Manga Taishō Award dan Kodansha Manga Award, dilansir dari cbr.com.
Penulis: Rizky Azzahra Rahmadanya
Editor: Alycia Catelyn
Foto: gamek.vn
Sumber: myanimelist.net, cbr.com
Thank you for your sharing. I am worried that I lack creative ideas. It is your article that makes me full of hope. Thank you. But, I have a question, can you help me?