Supernova #4, Partikel yang Bercerita

Cover novel Partikel karya Dewi Lestari
Cover novel “Partikel” karya Dewi Lestari. (Foto: goodreads.com)
Share:

“Semua pertanyaan selalu berpasangan dengan jawaban.
Untuk keduanya bertemu, yang dibutuhkan cuma waktu”
― Dee, Partikel

SERPONG, ULTIMAGZ.com – “Partikel” merupakan seri keempat saga Supernova karya Dewi Lestari. Buku ini menceritakan tentang kehidupan seorang Zarah Amala, seorang perempuan yang dididik secara tidak konvesional oleh ayahnya, Firas. Firas sendiri merupakan ahli mikologi ternama di Institut Pertanian Bogor. Bukan nama atau jabatan yang dikejar oleh Firas, melainkan obsesinya untuk menguak misteri Bukit Jambul. Ia kemudian mewariskan hal itu kepada Zarah saat ia menghilang dari muka Bumi.

Zarah yang tumbuh lewat didikan tak konvesional terlihat lebih terang dibandingkan manusia lainnya, tetapi bukan itu yang ia cari. Firas adalah tujuan perjalanan Zarah saat ini. Petualangan Zarah mengungkap kebenaran akan hilangnya Firas membawanya berbagai penjuru dunia, menemukan kepingan-kepingan yang membawanya ke pertanyaan-pertanyaan baru. Juga teka-teki ‘fungi’, salah kelompok makhluk hidup yang menjadi batas antara hewan dan tumbuhan.

Alur cerita yang maju mundur memberikan kesan yang unik, tetapi tidak terasa aneh. Hal ini bisa dirasakan ketika masuk ke dalam kisah hidup Zarah, saat pembaca diajak untuk menikmati setiap rasa yang Zarah alami.

Melansir dari detik.com, novel “Partikel” dipublikasikan pada 2012, delapan tahun setelah buku sebelumnya yaitu “Petir,” yang dipublikasikan di tahun 2004. Penantian yang ditempuh selama delapan tahun untuk mempublikasikan buku setebal 500 halaman ini terbayar sudah dengan munculnya sosok Zarah Amala yang penuh dengan cerita dan karakter yang kuat, juga terbukanya misteri keterkaitan keping “Petir” dan “Akar”.

“Partikel” membawa vibes yang sangat berbeda dibandingkan dengan novel Supernova sebelumnya. Mengangkat isu lingkungan, “Partikel” menunjukkan bahwa alam dan manusia itu saling terhubung. Manusia-manusia yang tak sadar akan itu, menghancurkan alam dengan keegoisan mereka untuk mengumpulkan pundi-pundi uang. Padahal, alam itu adalah manusia dan manusia adalah bagian dari alam.

Penulis: Ida Ayu Putu Wiena V.

Editor: Andi Annisa Ivana Putri

Sumber: detik.com

Foto: goodreads.com