Album Perdana Tashoora Angkat Permasalahan Sosial

Grup band Tashoora merilis album pertamanya pada Rabu (30/09/19) (Sumber: Musik Family)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com –  Album pertama dari grup band Tashoora telah lahir pada Rabu (30/09/19) dengan tajuk “Hamba Jaring Cahaya, Hamba Bela Gelapnya.” Grup musik yang terbentuk pada tahun 2016 ini masih memertahankan ciri khasnya dalam membuat lagu, yakni menuangkan permasalahan sosial ke dalam lirik-liriknya.

Lirik yang memiliki kisah di baliknya bisa dilihat dari lagu Agni. Melalui lagu tersebut band yang beranggotakan Danang Joedodarmo (gitar & vokal), Dita Permatas (akordeon, kibor & vokal), Gusti Arirang (bas & vokal), Mahesa Santoso (drum), dan Sasi Kurono (gitar, vokal) ini menceritakan kasus pelecehan mahasiswa UGM yang penyelesaiannya tak kunjung usai dari tahun 2017 hingga awal 2019.

Represi koloni menghakimi

Ironi terkunci menghantui

Dera amarah korban yang salah

Bukti dibantah, habis dijarah.”

“Seharusnya UGM bisa menjadi contoh untuk bersikap tegas dalam kasus pelecehan seksual di kampus,” ucap Gusti seperti yang dikutip dari provoke-online.com.

Selain Agni, lagu Terang yang berkolaborasi dengan band .Feast, terinspirasi dari kasus persekusi Ahok. Beberapa tahun lalu Indonesia sempat digemparkan dengan peristiwa penistaan agama Basuki Tjahja Purnama yang kala itu menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Band asal Yogyakarta ini mengambil sudut pandang kaum fanatik agama yang membela agama secara keras melalui penggalan lirik surgamu yang mana? Lagu-lagu lain seperti Tatap, Sabda, Nista pun juga memiliki makna masing-masing.

“Hamba Jaring Cahaya, Hamba Bela Gelapnya” berisikan 9 lagu dengan 4 lagu baru dan 5 lagu garapan ulang dari EP Live Ruang yang rilis pada Desember 2018. Tashoora menggandeng musisi lainnya dalam memerbaharui 5 lagu tersebut. Para musisi tersebut antara lain .Feast, Gardika Gigih, Kuaetnika, Afif Mustache and Beard, serta Rubah di Selatan.

Menurut Dita, album ini menjadi menjadi pengingat untuk mereka yang mengalami pelecehan seksual, persekusi, dan segala macam bentuk diskriminasi bahwa mereka tidak berjalan sendiri.

Danang turut menambahkan bahwa album ini menjadi sebuah pengingat agar tidak menjadi manusia yang menghakimi.

“Juga untuk mereka yang seringkali mengesampingkan kemanusiaan sampai bertindak sebagai Tuhan,” katanya seperti dikutip dari kompas.com.

Seluruh lagu dari album “Hamba Jaring Cahaya, Hamba Bela Gelapnya” bisa didengarkan melalui kanal musik digital Spotify, JOOX, Apple Music, dan Deezer.

 

Penulis: Andi Annisa Ivana Putri

Editor: Ivan Jonathan

Foto: Musik Family

Sumber: provoke-online.com, kompas.com, Wikipedia