“Raya and the Last Dragon” Angkat Mitos dan Kebudayaan Asia Tenggara

Konsep seni terbaru dari film "Raya and the Last Dragon". (Foto: movieweb.com)
Share:

CALIFORNIA, ULTIMAGZ.com – Walt Disney Animation Studios mengumumkan film animasi orisinil terbarunya yang terinspirasi dari wilayah Asia Tenggara bertajuk Raya and the Last Dragon. Pengumuman ini disampaikan Disney pada Sabtu (24/09/19) dalam acara D23 Expo yang digelar di Anaheim Convention Center, Anaheim, Amerika Serikat.

Ditulis oleh penulis skenario Crazy Rich Asians Adele Lim, Raya and The Last Dragon berkisah tentang perjuangan Raya (Cassie Steele) dalam mencari naga terakhir yang tersisa di kerajaan fantasi Kumandra. Naga bernama Sisu (Awkwafina) ini dipercaya dapat menyelamatkan Kumandra dari kekuatan gelap yang mengontrolnya.

https://twitter.com/DisneyStudios/status/1165340649941430272

“Dunia kita diciptakan oleh para naga, sebelum mereka pergi, mereka meninggalkan sebuah hadiah untuk orang-orang. Hadiah yang kuat namun berbahaya. Sesuatu yang bisa menyelamatkan seluruh kerajaan atau mengakhirinya. Pertanyaannya, apakah yang akan kita temukan? Harapan atau kehancuran?” ucap pengisi suara dalam klip berdurasi tiga menit yang diputar dalam panel tersebut, dikutip dari Deadline.com.

Dilansir dari Screenrant.com, melalui presentasi mereka di D23 Expo, tim kreatif Raya and the Last Dragon mengonfirmasi bahwa film ini didasari oleh mitos-mitos yang berkembang di wilayah Asia Tenggara. Negara-negara seperti Indonesia, Thailand, dan Vietnam pun dipelajari secara mendalam oleh mereka demi memahami kekayaan budaya Asia Tenggara.

Dengan logo berwarna hijau khas batu giok dan ilustrasi naga yang membentuk huruf ‘R’ dalam kata ‘Raya’, nuansa Asia Tenggara memang kental terasa dalam materi promosi film ini. Ditambah lagi, konsep seni yang menampilkan vegetasi wilayah tropis dan karakter Raya yang mengenakan caping juga semakin menambah ciri khas dalam budaya Asia Tenggara.

“Kami membawa fantasi masa kecil kami menjadi nyata,” ujar Adele, yang memang lahir dan besar di Asia Tenggara terkait unsur regional dalam film teranyar Disney ini, seperti dikutip di Cnet.com.

Raya and the Last Dragon juga merupakan debut penyutradaraan animator Paul Briggs dan Dean Wellins yang sebelumnya terlibat dalam pembuatan Frozen, Big Hero 6, dan Zootopia. Film ini dijadwalkan tayang pada 25 November 2020 mendatang.

Ini bukan kali pertama Disney mengangkat kebudayaan dan mitos dari wilayah tertentu dalam film animasinya. Sebelumnya, mereka juga telah merilis Moana dan The Princess and the Frog, yang masing-masing mengangkat kebudayaan lokal Polinesia dan kota New Orleans awal abad 20.

 

Penulis: Charlenne Kayla Roeslie

Editor: Audrie Safira Maulana

Foto: movieweb.com

Sumber: cbr.com, cnet.com, cnnindonesia.com, deadline.com, polygon.com, screenrant.com