JAKARTA, ULTIMAGZ.com – Beberapa hari belakangan, pemberitaan media massa dan media sosial dihebohkan oleh informasi mengenai gempa megathrust yang disebut dapat berakibat fatal bagi Jakarta. Walaupun belum dapat dipastikan kapan akan terjadi, tetapi gempa yang disebabkan oleh patahan Sunda yang berada jauh di dasar laut Selat Sunda itu dapat menghasilkan goncangan hingga 8,7 skala richer. Panjang patahan ini sendiri berkisar antara 350-550 kilometer.
“Data tentang potensi gempa besar di selatan Jawa semakin banyak ditemukan, namun belum dapat diprediksi kapan dan di mana gempa tersebut akan terjadi. Apalagi, hingga saat ini sebagian zona besar kegempaan di Indonesia belum terpetakan dengan baik,” jelas Danny Hilman Natawdjaya, ahli gempa dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) seperti dikutip dari laman National Geographic Indonesia.
Peningkatan aktivitas gempa di patahan Sunda sendiri sudah mulai terdeteksi sejak gempa Pangandaran yang menyebabkan tsunami pada 2006 silam. Kemudian disusul dengan gempa berkekuatan 7,3 skala richer dan 6,9 skala richer di selatan Tasikmalaya, Jawa Barat pada 2009. Pada Januari 2018 lalu, terjadi pula gempa di Lebak, Banten yang guncangannya terasa sampai Jakarta.

Kajian para peneliti Institut Teknologi Bandung (ITB) mengatakan, jika segmen gempa selatan Jawa itu runtuh bersamaan, maka kekuatan yang dihasilkan setara dengan gempa yang meluluh-lantakkan Banda Aceh tahun 2004 yang lalu, yaitu sekitar 9,2 skala richer. Ancaman yang mengikuti gempa itu adalah tsunami yang bisa mencapai ketinggian lebih dari 20 meter di pesisir Banten dan Lampung.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) lantas mengajak masyarakat serta jajaran pemerintahan, khususnya yang tinggal dekat patahan atau sesar aktif seperti patahan Sunda untuk melakukan rencana mitigasi.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Jupan Royter mengatakan, akan ada pertemuan lanjutan dengan BMKG untuk membahas detail mitigasi. Ia juga mengharapkan setidaknya sudah ada mekanisme bagaimana informasi gempa bisa sampai ke masyarakat sehingga bisa dilakukan evakuasi 20 detik sebelum getaran sampai.
Selain itu, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati juga mengimbau Pemerintah DKI Jakarta untuk membuat regulasi agar gedung di Jakarta memenuhi aspek mitigasi. Aspek yang dimaksud antara lain seperti adanya tempat berlindung dan jalur evakuasi yang aman dan tak cepat runtuh ketika getaran gempa merambat.
“Ini memungkinkan kita untuk menyelamatkan diri lebih cepat,” ujarnya dilansir dari Tirto.id.
Penulis: Stefanny
Editor: Geofanni Nerissa Arviana
Foto: en.wikipedia.org, nationalgeographic.co.id
Sumber: tirto.id, nationalgeographic.co.id, bmkg.go.id