Laporkan Ujaran Kebencian Melalui Platform “Kabarkan”

Tampilan laman Kabarkan.org. (Sumber foto: screenshot laman)
Share:

JAKARTA, ULTIMAGZ.com – Merebaknya ujaran kebencian dan diskriminasi di media sosial mendorong GUSDURian, yakni kumpulan murid, pengagum, dan penerus perjuangan Gus Dur untuk meluncurkan suatu platform pengaduan bernama ‘Kabarkan’. Platform yang baru dikenalkan pada Senin (14/05/18) di Griya Gus Dur, Menteng ini memampukan masyarakat untuk melaporkan ujaran kebencian dan diskriminasi yang mereka lihat di media sosial dan ragam platform lainnya.

“Melalui platform Kabarkan, kami mendorong masyarakat untuk berani mengabarkan segala sesuatu terkait dengan tindakan diskriminasi dan ujaran kebencian. Baik di ruang pendidikan, tempat kerja, lembaga pemerintahan, dan ruang publik lainnya,” tulis laman kabarkan.org.

Laporan dapat diajukan melalui situs resmi www.kabarkan.org. Dengan menekan tombol “Kabarkan” pada laman utama situs, pelapor diminta mengisi beberapa data seperti tindakan/aksi/kalimat yang hendak dilaporkan, tanggal dan tempat kejadian, korban, serta media penyebaran. Sebagai bukti, pelapor juga diminta mengunggah bukti berupa foto, video, atau audio.

Setelah mengisi informasi mengenai konten ujaran kebencian, pelapor juga diminta untuk mengisi data terduga pelaku penyebaran ujaran kebencian dan diskriminasi. Selain itu, tentunya pelapor juga diminta untuk mengisi data dirinya sendiri.

Laporan yang diterima oleh kabarkan.org nantinya akan diverifikasi oleh tim Kabarkan dalam 1×24 jam. Tim akan memastikan bahwa laporan benar merupakan ujaran kebencian atau diskriminasi.

Jika sudah terverfikasi, tim Kabarkan akan menyampaikan laporan kepada lembaga yang berwenang. Tindak lanjut atas laporan ujaran kebencian dan diskriminasi akan diserahkan sepenuhnya pada mereka dengan harapan akan menjadi bahan edukasi bagi masyarakat agar tak terulang hal yang sama.

Tim Kabarkan tidak memiliki hak untuk melanjutkan dengan jalur hukum. Pun, identitas pelapor tidak akan disebarluaskan tanpa izin yang bersangkutan.

“Laporan-laporan yang masuk pada platform ini akan kami salurkan kepada lembaga-lembaga yang berwenang serta akan kami gunakan sebagai alat bantu untuk kerja-kerja advokasi yang dilakukan oleh komunitas GUSDURian di berbagai kota di Indonesia,” lanjut keterangan di situs tersebut.

Dengan platform ini, tim Kabarkan berharap laporan-laporan yang masuk dapat dijadikan pemetaan penyebaran ujaran kebencian dan diskriminasi.

“Dengan adanya laporan dan narasi yang masuk, kita akan bisa memantau titik-titik mana yang rawan terjadi perilaku diskriminasi dan hate speech, sehingga kita bisa melakukan advokasi kepada publik terhadap bahaya praktik diskriminasi dan perilaku intoleran,” seperti tertera pada akun @kabarkan_org di Instagram.

Jakarta, 14 Mei 2018 __ Diskriminasi dan ujaran kebencian belakangan ini marak terjadi di tengah-tengah kita. Melalui media sosial, ujaran kebencian, provokasi, dan narasi ekstremisme sangat mudah ditemui. Begitu juga dengan diskriminasi, terutama di lembaga pendidikan, sampai saat ini masih terjadi. Seperti penutupan sekolah atas dasar isu SARA, pemaksaan identitas dan simbol tertentu, dan sulitnya perizinan mendirikan sekolah karena ideologi masih menjadi perbincangan di tengah negara yang menjunjungi tinggi asas demokrasi. . Untuk menekan perilaku tersebut, Jaringan GUSDURian membuat dan mengembangkan platform pengaduan diskriminasi dan ujaran kebencian (hate speech) melalui website: www.kabarkan.org. . Acara peluncuran ini dilaksanakan pada Senin, 14 Mei 2018 di Griya Gusdur, Jl. Taman Amir Hamzah No.8, Pegangsaan, Jakarta. Peluncuran platform kabarkan.org dihadiri oleh Alissa Wahid (Koordinator Jaringan Gusdurian Indonesia), Brigjen Pol. A. Rachmad Wibowo, S.IK (Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri), AKP Grawas Sugiharto, S. Kom (Kasubnit II Subdit III Dittipidsiber Bareskrim Polri), Beka Ulung Hapsara (Komnas HAM), dan Ali Sobirin (Ombudsman RI). . Dengan diluncurkannya platform ini, harapannya masyarakat ikut aktif mengabarkan setiap peristiwa ujaran kebencian (hate speech) dan diskriminasi melalui platform kabarkan.org. Masyarakat sipil diminta untuk berperan dalam menekan perilaku diskriminasi dan ujaran kebencian. Baik di media online maupun di ruang-ruang publik yang lain, terutama di lembaga pendidikan. Dengan adanya laporan dan narasi yang masuk, kita akan bisa memantau titik-titik mana yang rawan terjadi perilaku diskriminasi dan hate speech, sehingga kita bisa melakukan advokasi kepada publik terhadap bahaya praktik diskriminasi dan perilaku intoleran. . Selain itu, kami juga menjalin kerjasama kepada lembaga yang berwenang untuk bisa mengatasi laporan dan pengaduan yang telah dilakukan oleh masyarakat guna menekan angka diskriminasi dan perilaku ujaran kebencian di tengah-tengah kita.

A post shared by Kabarkan! (@kabarkan_org) on

 

Penulis: Geofanni Nerissa Arviana

Editor: Ivan Jonathan

Foto: screenshot situs kabarkan.org

Sumber: kabarkan.org, cnnindonesia.com, kabar.news, Akun Instagram @kabarkan_org