Zuckerberg Mengonfirmasi Rumor Merger WhatsApp, Instagram, dan Messenger

Ilustrasi: Techzim.co.zw
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Chief Executive Officer (CEO) Facebook Mark Zuckerberg membenarkan rumor penggabungan sistem pesan aplikasi WhatsApp, Instagram, dan Messenger pada conference call pengumuman laporan keuangan Facebook kuartal keempat 2018, Rabu (30/01/19). Pun, konsolidasi ketiga aplikasi di bawah naungan Facebook, Inc. tersebut belum akan direalisasikan dalam waktu dekat.

“Masih banyak hal yang perlu kami cari tahu sebelum memfinalisasi rencana ini. Tapi, tentu saja ini akan menjadi proyek jangka panjang, mungkin baru akan terlihat pada 2020 atau setelahnya.” ujar Zuckerberg dilansir dari Business Insider.

Sistem platform terpadu (unified platform) milik Facebook ini nantinya akan memungkinkan pengguna WhatsApp, Instagram, dan Messenger untuk bertukar pesan tanpa harus berpindah aplikasi. Bahkan, tanpa harus memiliki akun di setiap platform tersebut.

Zuckerberg pun menyatakan bahwa ia sangat bersemangat untuk menghadirkan fitur end-to-end encryption pada platform terpadunya. Dengan begitu, keamanan data maupun pesan yang dikirimkan penggunanya akan terjaga.

“Pengguna WhatsApp sangat menyukainya. Saya rasa fitur ini perlu diekspansi ke depannya. Ada kesempatan untuk mengembangkan apa yang telah kami gunakan di WhatsApp daripada membuat sistem baru untuk berbagai aplikasi pengiriman pesan.” ujarnya.

Selain soal keamanan, platform terpadu ini akan memudahkan pengguna untuk menggunakan fitur lintas aplikasi. Misalnya, seseorang yang menggunakan fitur marketplace di Facebook tak perlu lagi pindah ke WhatsApp untuk menghubungi pembelinya, melainkan cukup berada di satu aplikasi saja.

Ada kemungkinan pula aplikasi platform terpadu milik Facebook ini akan dapat digunakan sebagai layer SMS yang di dalamnya terdapat berbagai fitur tambahan seperti pengiriman gambar, GIF, maupun video layaknya aplikasi iMessage milik Apple. Hingga kini, belum ada perusahaan yang berhasil menduplikasi sistem iMessage, bahkan Google sekalipun.

 

Penulis: Charlenne Kayla Roeslie

Editor: Ivan Jonathan

Ilustrasi: techzim.co.zw

Sumber: businessinsider.sg, theverge.com, bgr.com, kompas.com