Bahaya Cotton Bud bagi Kesehatan Telinga

Membersihkan telinga menggunakan cotton bud ternyata dapat membahayakan kesehatan telinga (Foto: ULTIMAGZ/ Caroline Saskia)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com — Membersihkan telinga menggunakan cotton bud sudah menjadi hal umum yang dilakukan kebanyakan orang. Namun, apakah Ultimates tahu bahwa hal tersebut sebenarnya berbahaya? Berikut alasan bahaya menggunakan cotton bud untuk membersihkan telinga.

  1. Dapat mendorong kotoran di telinga makin jauh ke dalam

Dilansir dari cnnindonesia.com, ketika membersihkan telinga menggunaka cotton bud, residu kotoran telinga akan tetap ada dan menempel di kapas cotton bud. Namun, di saat yang bersamaan cotton bud juga mendorong dan memadatkan kotoran telinga semakin masuk jauh ke dalam.

Kotoran tersebut akan terdorong melewati tempat produksi minyak dalam telinga terjadi yang sebenarnya merupakan lokasi ideal di mana kotoran telinga harus tetap tinggal. Akibatnya, dapat timbul rasa sakit, tekanan, gangguan pendengaran sementara, hingga berisiko menusuk gendang telinga.

  1. Dapat menusuk gendang telinga

Organ yang penting bagi alat pendengaran ini bersifat rapuh sehingga mudah pecah apabila menerima tekanan. Tertusuknya gendang telinga dapat menimbulkan rasa sakit yang cukup parah dan memungkinkan telinga mengeluarkan cairan bening dari dalam.

Gendang telinga yang tertusuk dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, proses pemulihannya akan menghabiskan waktu yang cukup lama dan bisa berujung pada gangguan pendengaran sementara maupun permanen.

  1. Telinga memiliki mekanisme pengeluaran kotoran

Telinga sebenarnya memiliki beberapa mekanisme pengeluaran kotoran, seperti melalui gerakan rahang saat berbicara, makan, hingga menguap.

Dikutip dari health.detik.com, dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) dari RS Permata Depok, Linda Herliana menjelaskan cara kerja mekanisme tersebut. “Di dalam liang telinga kita ada rambut yang sebenarnya saat kita makan atau bicara, bergerak ke arah daun telinga. Jadi sebenarnya kotoran telinga terdorong,” ujar Linda.

“Nah kalau pakai cotton bud, kotoran yang tadinya terdorong itu jadi berhenti kan, akhirnya menggumpal. Jadi sering pasien yang datang ke kita justru yang kotorannya sudah menggumpal, keras, penuh dan berbau. Sebenarnya simpel hanya karena cotton bud,” lanjut Linda.

Ada baiknya jika Ultimates mulai mengurangi kebiasaan membersihkan telinga menggunakan cotton bud. Apabila telinga terasa gatal karena kotoran yang sudah menumpuk, disarankan menggunakan larutan pembersih telinga untuk membantu membersihkan telinga. Jika kondisi masih belum kunjung membaik, sebaiknya Ultimates mengunjungi dokter spesialis THT untuk mendapatkan penanganan profesional.

Penulis: Louis Brighton Putramarvino

Editor: Agatha Lintang

Foto: Caroline Saskia

Sumber: www.cnnindonesia.com, hellosehat.com, health.detik.com