Butekyo Breathing, Tidur dengan Mulut Terplester

Butekyo Breathing, Tidur dengan Mulut Terplester (ULTIMAGZ)
Teknik pernapasan Butekyo, yaitu menggunakan plester di mulut dan bernapas melalui hidung. (Foto: detik.com)
Share:

Serpong, ULTIMAGZ.com – Berbagai teknik pernapasan dapat dilakukan untuk membantu oksigen di dalam tubuh, salah satunya dengan teknik pernapasan Butekyo. Sejak salah satu penyanyi Indonesia Andien mempraktikkannya, teknik ini ramai diperbincangkan oleh masyarakat. 

Melansir klikdokter.com, teknik Butekyou atau Butekyo Breathing Technique (BTB) adalah sebuah metode mengatur pola napas yang mengharuskan pelakunya untuk bernapas melalui hidung tanpa menggunakan mulut sama sekali. 

Biasanya, metode ini dilakukan untuk membantu mereka yang terkena penyakit asma dan dilakukan saat tidur. Secara umum, teknik ini dapat membantu seseorang bernapas lebih lambat, tenang, dan efektif. 

Teknik ini pertama kali dikembangkan pada 1950-an oleh dokter dari Soviet Konstain Pavlovich Butekyo. Teknik ini ditemukan dari kecenderungan hiperventilasi atau seseorang yang bernafas lebih cepat dan lebih dalam dari biasanya, teknik inilah ditemukan. 

Mudah untuk dipraktikkan, Ultimates dapat memplester mulut agar pernapasan dilakukan melalui hidung. Bahkan, hal ini dapat dilakukan ketika sedang tidur. 

Dengan mempraktikkannya, seseorang dapat mengatur pernapasannya menjadi lebih efisien. Teknik ini dapat membantu sesak napas, dan memperlancar hidung yang tersumbat. Selain itu, teknik ini dapat bermanfaat untuk membantu meredakan asma.

Selain itu, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Butekyo Institute Method teknik ini dapat membantu seseorang yang mendengkur agar pernapasannya lebih lembut dan lancar. Hal ini membantu adanya perubahan pola pernapasan saat tidur. 

Namun, menutup mulut dengan plester saat tidur justru membuat beberapa orang merasa tidak nyaman. Mereka akan merasa sesak dan napas menjadi terengah-engah ketika terbangun dari tidur. 

Melansir dari tirto.id, mereka yang mendengkur tidak bisa disembuhkan dengan mudah sekalipun dengan teknik pernapasan Butekyo. Seseorang berpotensi mengalami sleep apnea—napas yang tersumbat atau terbatas ketika mereka tidur dan berakibat akan adanya kesulitan saat bernapas. 

Selain itu, seseorang yang memiliki kelainan anatomis hidung juga akan merasa napasnya tersengal. Hal ini karena metode pernapasan ini memfokuskan pernapasannya pada hidung saat kita terlelap.

Di balik banyaknya manfaat dari teknik pernapasan Butekyo, ternyata tidak semua orang dapat melakukannya. Dilansir dari idntimes.com, seseorang yang terdiagnosis epilepsi, hipertensi, penyakit, dan masalah kesehatan serius lainnya tidak disarankan untuk mempraktikkan teknik pernapasan Butekyo. 

Penelitian lainnya juga mengungkapkan bahwa tidur dengan mulut terbuka dapat memunculkan bau mulut yang tentunya tidak nyaman. Hal ini karena air liur yang mengering membuat tingkat keasaman mulut meningkat.

Teknik pernapasan Butekyo tentu dapat meningkatkan kesehatan mengingat banyaknya manfaat seperti membantu penyakit asma, kecemasan, dan meningkatkan kualitas tidur. Namun, banyaknya penelitian yang masih kontroversial membuat Ultimates harus mempertimbangkannya dengan bijak. Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu apakah metode unik satu ini berbahaya bagi tubuh atau tidak.

Pun demikian, tidak menutup kemungkinan juga untuk Ultimates jika ingin mempelajari teknik ini agar badan menjadi lebih rileks dan mencegah stres yang berlebihan. Berani coba?

 

Penulis: Maria Katarina

Editor: Xena Olivia

Foto: detik.com

Sumber: klikdokter.com, idntimes.com, tirto.id, detik.com