SERPONG, ULTIMAGZ.com – Ultimates, apakah kalian pernah merasa tidak suka ketika melihat teman kalian bertumbuh melampaui kalian dalam suatu hal? Atau bahkan, kalian tanpa sadar memiliki kecenderungan ingin menjatuhkan mereka yang lebih baik dari kalian? Jika iya, kemungkinan besar kalian memiliki crab mentality atau crab bucket syndrome.
Melansir Psychology Today, crab mentality atau mentalitas kepiting adalah sebuah fenomena psikologis berbentuk perilaku egois yang iri terhadap kesuksesan orang lain. Perilaku ini kemudian berlanjut dengan keinginan untuk menjauhkan kesuksesan dari orang tersebut.
Penyebutan istilah ini berasal dari fenomena ketika sekelompok kepiting dimasukan ke dalam ember. Dalam kondisi tersebut, semua kepiting akan mencoba untuk memanjat keluar dari ember. Namun, uniknya, kepiting-kepiting lain yang bersamanya akan berusaha mencapit kepiting yang sedang berusaha memanjat agar kepiting tersebut jatuh dan gagal membebaskan diri. Dibandingkan berjuang untuk bertahan hidup, kepiting-kepiting ini memilih untuk saling menjatuhkan dan ujungnya mati bersama-sama.
Sama seperti kepiting-kepiting tersebut, orang yang memiliki crab mentality malah sibuk mencari cara untuk menjatuhkan orang lain dan bukan berfokus untuk mengembangkan potensi diri sendiri. Mentalitas ini menjadi sangat berbahaya untuk individu dan kelompoknya karena jika dibiarkan, tidak ada seorangpun yang berhasil bertumbuh dan meraih kesuksesan.
Baca juga: “Persaingan Mahasiswa: Adakah Hubungannya dengan Duck Syndrome?”
Crab mentality ini umumnya disebabkan oleh sifat ketidakdewasaan seseorang seperti memiliki prilaku sombong, dendam, harga diri yang rendah, hingga glorifikasi posisi sosial di suatu kelompok masyarakat. Atas dasar penyebab tersebut, langkah pertama untuk membuang mentalitas ini adalah memilih sifat dewasa yang mampu menyadari bahwa semua orang punya kelebihan dan ‘momennya’ masing-masing. Perlu diingat pula bahwa dalam dunia kompetisi yang sehat, seseorang seharusnya lebih fokus pada bagaimana ia memaksimalkan kemampuannya dan bukan menghambat proses pertumbuhan lawan.
Persaingan dan kompetisi akan selalu ada di sekitar Ultimates. Apabila Ultimates melihat kompetisi ini sebagai motivasi, Ultimates pasti akan terus berkembang menjadi semakin baik. Namun, jika Ultimates melihat kompetisi ini sebagai ancaman, Ultimates akan terjebak di posisi saat ini tanpa mampu bergerak maju dan bahkan malah menjauh dari kesuksesan yang seharusnya bisa Ultimates kejar.
Penulis: Reynaldy Michael Yacob
Editor: Vellanda
Foto: notey.com
Sumber: psychologytoday.com, psikologi.unnes.ac.id, hellosehat.com
I don’t think the title of your article matches the content lol. Just kidding, mainly because I had some doubts after reading the article.