Hari Disabilitas Internasional 2020: Bentuk-bentuk Lain dari Disabilitas yang Masih Jarang Diketahui

Logo Hari Disabilitas Internasional 2020 Indonesia
Logo dari peringatan Hari Disabilitas Internasional 2020 Indonesia (Foto: kemsos.go.id)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2020 mengusung tema ‘Not All Disabilities Are Visible’ atau ‘Tidak Semua Disabilitas Bisa Dilihat’. Peringatan kali ini berfokus untuk menyebarkan pengertian dan pemahaman bahwa tidak semua disabilitas dapat langsung teridentifikasi hanya dengan melihat sekilas saja.

Dilansir dari situs resmi International Day of People With Disabilities (IDPWD), dijelaskan bahwa ada kondisi-kondisi disabilitas yang tersembunyi. Misalnya, penyakit jiwa, sakit kronis, kelelahan, gangguan penglihatan atau pendengaran, diabetes, cedera otak, gangguan neurologis, dan masih banyak lagi.

Menurut data dari World Heath Organization (WHO), sebanyak 15 persen atau lebih dari 1 miliar penduduk dari seluruh populasi di dunia, mengalami disabilitas. Dari jumlah tersebut, diperkirakan sekitar 450 juta orang mengalami gangguan kondisi mental atau neurologis. Dua pertiga dari mereka, memilih untuk tidak mencari bantuan profesional atau pengobatan medis karena takut akan stigma dan diskriminasi yang telah berkembang di masyarakat.

Kondisi pandemi COVID-19 yang mengakibatkan berkurangnya interaksi sosial, gangguan rutinitas, dan pemutusan hubungan kerja (PHK) juga dapatmengganggu kondisi mental seseorang. Hal ini dibuktikan dalam penelitian Morbidity and Mortality Weekly Report yang menjelaskan bahwa angka penderita gejala depresi di Amerika Serikat naik hingga empat kali lipat di masa pandemi COVID-19 ini.

Selain penderita gangguan kondisi mental, terdapat bentuk-bentuk lain dari disabilitas tak terlihat ini. Misalnya cedera otak traumatis yang dialami oleh sekitar 69 juta orang di seluruh dunia setiap tahunnya. Selain itu autisme juga merupakan bagian dari disabilitas. Memang sebagian dari penyandang autisme dapat diidentifikasi secara langsung, tetapi banyak juga yang tak terlihat. Faktanya, 1 dari 160 anak di dunia berada pada spektrum autisme, baik ringan maupun berat.

Kondisi-kondisi di atas adalah sedikit contoh dari banyaknya kondisi disabilitas yang tidak dapat dilihat. Kondisi seperti ini sebenarnya sering terjadi. Namun, banyak dari penderita dan orang-orang di sekitarnya tidak menyadari hal tersebut. Maka dari itu, lewat tema Hari Disabilitas Internasional 2020 ini, IDPWD berharap masyarakat internasional dapat lebih sadar akan disabilitas tak terlihat dan masyarakat paham pentingnya kesehatan fisik dan mental bagi diri sendiri dan orang lain yang berada di sekitar mereka.

 

Penulis: Reynaldy Michael Yacob
Editor: Abel Pramudya
Foto: kemsos.go.id
Sumber: idpwd.org, tirto.id, liputan6.com