Mengenal Riliv, Aplikasi Curhat Daring dengan Psikolog

Tampilan depan aplikasi Riliv. Curhat daring kini jadi pilihan untuk mengurangi depresi seseorang. (Foto: Jalantikus.com)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Depresi menjadi salah satu masalah kesehatan mental yang kerap menyerang remaja. Mereka yang sulit menyampaikan keluh kesah pada orang lain, seringkali berujung dengan bunuh diri. Aplikasi Riliv hadir sebagai cara baru konsultasi bersama para ahli.

Bermula dari melihat banyak teman yang mendapat bully usai menuliskan keluhan di media sosial, Chief Executive Officer Riliv Audrey Maximillian Herli melakukan riset tentang kesehatan mental. Tahun 2015, Maxi mendapat ide untuk membuat Riliv, wadah curhat daring dengan psikolog profesional.

Riliv mengedepankan kosep konsultasi one-on-one secara anonim. Pengguna yang telah mengunduh aplikasi Riliv di AppStore maupun PlayStore bisa langsung menghubungi psikolog yang disebut reliever. Terdapat dua jenis reliever, yakni kalangan psikolog profesional (expert) dan mahasiswa jurusan psikologi (tenaga reguler). Nantinya pengguna bisa menilai jasa reliever dengan poin.

“Bagi mahasiswa psikologi, aplikasi ini jadi cara mereka belajar melihat kasus betulan,” ujar Maxi dikutip Tempo.co.

Konseling pertama di Riliv tidak dikenakan biaya. Bila ingin menambah konsul, tersedia empat paket yang bisa dipilih pengguna. Paket Perkenalan, seharga Rp100.000,00 yang berlaku untuk satu kali sesi dengan durasi satu jam, Paket Lega untuk empat kali sesi dengan harga Rp87.500,00 persesi, Paket Nyaman untuk delapan kali sesi seharga Rp80.000,00 persesi, serta Paket Bahagia untuk 12 kali sesi dengan harga Rp77.000,00 persesi. Informasi lebih lanjut dapat diakses di situs Riliv.co. Sampai bulan September 2018, sudah ada lebih dari 50.000 masalah pengguna dari seluruh Indonesia yang berhasil dipecahkan.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) di Indonesia pada 2013 yang dikutip Tirto.id, prevalensi gangguan mental emosional – dengan gejala depresi dan kecemasan – adalah 6 persen untuk usia 15 tahun ke atas atau berjumlah 14 juta orang. Sementara itu menurut Kementerian Kesehatan terdapat kesenjangan pengobatan gangguan jiwa di Indonesia yakni lebih dari 90 persen.

Tingginya angka bunuh diri akibat masalah psikologis memperlihatkan pentingnya mencari bantuan jika merasa kesehatan mental terganggu. Terapi daring bisa menjadi alternatif bagi mereka yang kesulitan mencari tempat curhat yang aman.

 

Penulis: Nabila Ulfa Jayanti

Editor: Hilel Hodawya

Foto: Jalantikus.com

Sumber: Surabaya.tribunnews.com, Tempo.co, Theconversation, Riliv.co, Tirto.id