Musik Jadi Medium Cerminan Diri Seseorang

Ilustrasi orang yang sedang menikmati musik cerminan diri yang didengarnya. (Foto: pexels.com)
Ilustrasi orang yang sedang menikmati musik yang didengarnya. (Foto: pexels.com)
Share:

Music expresses that which cannot be put into words and that which cannot remain silent” ― Victor hugo

JAKARTA, ULTIMAGZ.com ― Musik merupakan suatu hal yang selalu menemani manusia dalam setiap langkahnya. Musik dapat menjadi sebuah identitas. Layaknya cermin, ia memberikan gambaran tentang apa yang dirasakan dalam dirinya ataupun orang lain. Lantas, mengapa hal itu terjadi?

Mengutip cam.ac.uk, peneliti selama beberapa dekade terakhir berpendapat bahwa preferensi musik mencerminkan karakteristik eksplisit seseorang, seperti usia dan kepribadian. Misalnya, orang yang terbuka untuk pengalaman baru cenderung lebih menyukai genre musik blues, jazz, klasik, dan folk. Sementara itu, orang-orang yang ekstra dan menyenangkan cenderung lebih menyukai genre musik pop, soundtrack, religion, soul, funk, elektronik, dan dance.

Pendapat lain muncul dari Tomas Chamorro-Premuzic dalam psychologytoday.com yang mengatakan, preferensi musik seseorang disebabkan oleh dua hal. Pertama, preferensi lagu yang sepenuhnya acak. Kedua, pilihan musik seseorang mencerminkan aspek-aspek penting dari kepribadian seseorang.

Tomas menjelaskan, ada beberapa faktor yang berperan dalam kebiasaan seseorang mendengarkan musik. Pertama, musik dapat meningkatkan kinerja seseorang dalam mengerjakan tugas tertentu. Selain itu, musik juga mampu merangsang keingintahuan intelektual seseorang. Terakhir, musik dapat memanipulasi atau memengaruhi keadaan emosi seseorang dengan tujuan mencapai keadaan suasana hati yang diinginkan, seperti rasa bahagia, gembira, atau sedih.

Senada dengan Tomas, Cortney S. Warren dalam psychologytoday.com mengatakan bahwa musik dapat membantu seseorang dalam mengungkapkan perasaannya. Terlebih saat apa yang dirasakan sulit terungkap dengan kata-kata, maka musik datang untuk membantu menunjukkannya. 

“Di saat-saat sulit, musik dapat menjadi cara konstruktif untuk mengekspresikan siapa dirimu dan apa yang kamu rasakan,” ujar Courtney dalam psychologytoday.com.

Berdasarkan artikel dari huffpost.com, musik dapat mendukung serta memperkaya pengembangan identitas diri yang positif. Manfaat lainnya ialah musik juga memberikan kepercayaan diri dan memotivasi. Dengan mendengarkan musik, seseorang dapat meningkatkan keterampilan kreatif, sosial, dan emosional. Tak terkecuali, musik bisa menjadi pendukung diri, terlebih saat merasa stres maupun kesepian. 

 

Penulis: Ida Ayu Putu Wiena Vedasari

Editor: Elisabeth Diandra Sandi

Foto: pexels.com

Sumber: cam.ac.uk, huffpost.com, psychologytoday.com