Musisi Siap Gelar Konser Untuk Lawan RUU Permusikan

Sebagai bentuk aksi protes pengesahan RUU Permusikan, Manajer band Seringai dan pengamat musik Wendi Putranto berencana menyelenggarakan konser terbuka pada 9 Maret 2019 mendatang. (Foto: pexels.com)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com-Rancangan Undang-Undang (RUU) Permusikan yang tengah masuk Program Legislasi Nasional menuai aksi penolakan yang kuat oleh 262 musisi tanah air. Mereka menganggap, kreativitas musisi akan dibatasi jika RUU ini berhasil disahkan. Manajer band Seringai dan pengamat musik Wendi Putranto juga turut menyampaikan pendapatnya akan hal ini dan berencana menyelenggarakan sebuah konser sebagai aksi protes terhadap pengesahan RUU tersebut.

Konser ini dikabarkan akan diselenggarakan pada 9 Maret 2019. Menurut Wendi, ia serta puluhan ribu musisi Indonesia lainnya akan tetap ‘melawan’ melalui konser terbuka ini, terutama jika DPR masih ingin melanjutkan proses pengesahan RUU Permusikan.

“Kita akan melakukan aksi secara terbuka nanti dan juga mungkin konser untuk menentang RUU Permusikan ini kalau masih ada yang kekeuh untuk mengundang-undangkan,” jelasnya pada Senin (04/02/19) di Cilandak Town Square, seperti yang dilansir kompas.com.

Meski melakukan penolakan, Wendi dan para musisi lainnya tetap akan bersifat terbuka jika ingin berdiskusi untuk merumuskan RUU Permusikan baru. Cara ini lebih disetujui oleh DPR serta musisi-musisi Indonesia, khususnya untuk mencegah adanya pasal-pasal kontroversial yang menjadi bagian dari RUU tersebut.

“Yang kami mau adalah ini di-drop. Kalau mau menyusun RUU Permusikan yang baru, undang semua stakeholder di industri musik,” tegasnya.

Sementara itu, musisi sekaligus anggota DPR Komisi X Anang Hermansyah menyatakan bahwa ia menyambut kritikan yang diterima perihal RUU Permusikan secara positif. Menurutnya, kritikan tersebut menunjukkan adanya rasa kepedulian para musisi terhadap RUU tersebut.

“Saya bersyukur atas respons dan kritik terhadap RUU Permusikan. Ini berarti ada kepedulian dari stakeholder atas keberadaan RUU ini,” ujarnya, dikutip idntimes.com.

 

Penulis: Audrie Safira Maulana

Editor: Geofanni Nerissa Arviana

Sumber: idntimes.com, kompas.com, tirto.id

Foto: pexels.com