• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Saturday, August 30, 2025
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Lifestyle

The Sadness Paradox: Kesenangan Ketika Dengarkan Lagu Sedih

Stephanie Amelia W by Stephanie Amelia W
November 11, 2022
in Lifestyle
Reading Time: 2 mins read
sadness paradox

Ilustrasi the sadness paradox. (Foto: kreativv.com)

0
SHARES
155
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SERPONG, ULTIMAGZ.com–Ketika mendengarkan lagu yang bernuansa sedih, banyak orang merasa suasana hati mereka mulai ikut merasakannya. Hal ini karena musik dapat memberikan pengaruh terhadap pikiran, otak, dan perilaku manusia yang kemudian menimbulkan adanya sadness paradox. 

Sadnesss paradox adalah sebuah fenomena yang membuat seseorang mendapatkan kesenangan ketika mendengar lagu sedih. Melansir dari beritajatim.com, keadaan ini bisa membuat seseorang menangis secara tiba-tiba yang membuatnya lebih tenang karena tubuh menghasilkan hormon prolaktin. 

Sadness paradox membuat seseorang gemar atau bahkan sering mendengarkan lagu sedih meskipun mereka sedang tidak merasa sedih. Perasaan nostalgia dan sedih mendalam tersebut bisa muncul walaupun seseorang tersebut tidak sedang tersakiti, yang akhirnya memicu tangisan air mata semakin deras. Namun, tetap mendapatkan perasaan lega dari hormon tersebut. 

Berdasarkan penelitian berjudul Psychology of Music yang diterbitkan Sage Journals, dibuktikan bahwa musik yang dipilih seseorang untuk didengarkan itu bukan berdasarkan mood, melainkan isi dari lagu yang dapat menggambarkan keadaan emosional pada waktu yang sama. 

Penelitian Ilmu Komunikasi Universitas Melbourne  juga menyatakan bahwa sebanyak 80 persen orang yang suka mendengarkan lagu sedih dengan sengaja memilih musik tersebut karena ingin merasakan kesedihan yang berlarut-larut. 

Baca Juga: Kenali Beda Tipis Antara Sedih dan Depresi

Banyak orang berpikir, bahwa lagu membuat seseorang terbawa suasana karena adanya keterkaitan dengan hal yang dialami. Namun, nyatanya lagu yang tidak berhubungan sekalipun, tetap bisa memengaruhi emosi seseorang. 

Melalui aksi mendengarkan lagu sedih ini seseorang dapat meluapkan perasaan dan sisi emosionalnya sebagai wujud apresiasi diri dari penatnya hari. Selain itu,untuk mengeluarkan air mata sederas mungkin, meratapi diri, ataupun untuk merindukan seseorang.

Musik sedih dapat dimanfaatkan untuk membangkitkan kenangan, berempati, dan melegakan pikiran serta mencari ketenangan yang kerap dibutuhkan. 

 

Penulis: Stephanie Amelia Wijaya

Editor: Nadia Indrawinata

Foto: kreativv.com

Sumber: beritajatim.com, kreativv.com, portalsiber.com

Tags: dampak sadnessfenomena sadness paradoxkesedihanlagu sedihpenyebab sadness paradoxsadnesssadness 2022sadness paradoxsadness paradox adalahsedih
Stephanie Amelia W

Stephanie Amelia W

Related Posts

Tempe: Hasil Fermentasi Mendunia yang Berakar dari Jawa
Kuliner

Tempe: Hasil Fermentasi Mendunia yang Berakar dari Jawa

July 16, 2025
Kopi yang berasal dari feses gajah. (antaranews.com)
Lifestyle

Dari Feses Gajah ke Cangkir Kopi: Cerita di Balik Kopi Ivory

July 16, 2025
Potret salah satu bahan sushi, kani. (istockphoto.com)
Lifestyle

Sushi Kani Ternyata Bukan Kani, tapi Surimi? Ini Faktanya!

July 16, 2025
Next Post
Salah satu patung di Taman Patung NuArt. (Foto: tourbandung.id)

Jelajahi Koleksi Karya Seni I Nyoman Nuarta di Taman Patung NuArt

Comments 2

  1. open a binance account says:
    8 months ago

    Your article helped me a lot, is there any more related content? Thanks!

    Reply
  2. binance says:
    8 months ago

    Your point of view caught my eye and was very interesting. Thanks. I have a question for you.

    Reply

Leave a Reply to binance Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

13 − ten =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021