Cerita di Balik Pose Gigit Medali Ala Jawara

Momen saat atlet badminton tunggal putra Indonesia Jonatan Christie (Jojo) mengigit medali. Jojo berhasil mengalahkan wakil Taiwan Chou Tien Chen pada pertandingan final badminton Asian Games, Selasa (28/08/18) di Istora Senayan, Jakarta. (Foto: liputan6.com)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Berbagai pose kerap dilakukan untuk mengabadikan momen kemenangan para atlet peraih medali di gelaran Asian Games 2018. Salah satu pose yang paling sering dilakukan ialah menggigit medali yang juga umum dilakukan para juara di dunia olahraga.

Pose menggigit medali seolah menjadi hal yang mesti dilakukan oleh para peraih medali. Namun, apakah Ultimates tahu cerita di balik pose tersebut?

Menurut David Wllechinsky, penulis The Complete Book of the Olympics, gaya mengigit medali dianggap sebagai gaya yang khas dan menjual. Tak jarang ada fotografer yang meminta para atlet melakukan pose tersebut untuk menghasilkan foto yang lebih fotogenik.

Berdasarkan Olympic Channel, momen menggigit medali berasal dari kebiasaan pedagang untuk memeriksa keaslian emas. Hal ini dilakukan karena gigi manusia lebih keras daripada emas murni yang merupakan logam lunak. Setelah mengigitnya, maka seharusnya akan ada bekas lekukan pada medali jika benar terbuat dari emas murni.

Medali yang terbuat dari emas murni pertama kali diberikan pada para juara Olimpiade St. Louis 1904. Sayangnya saat ini medali emas tidak murni berasal dari emas, melainkan hanya campuran dari sedikit emas dan sebagian besar perak. Hal ini membuat medali tidak lagi berbekas setelah digigit karena emas campuran lebih keras dibandingkan dengan emas murni. Medali emas murni terakhir kali diserahkan pada Olimpiade tahun 1912 di Stockholm.

Namun, hal tersebut tentunya tidak membuat medali menjadi tidak berharga. Menurut penulis majalah Forbes Anthony DeMarco kepada ABC News, pasalnya material yang digunakan untuk membuat medali emas saat ini bernilai USD 564 atau sekitar Rp 8,2 juta.

Lambat laun, momen selebrasi kemenangan dengan mengigit medali menjadi hal yang lumrah dilakukan para pemenang sehingga hal tersebut seolah menjadi hal yang refleks dilakukan para atlet sebagai bentuk ungkapan kebahagiaan mereka atas kemenangan yang diraih.

Penulis: Agatha Lintang

Editor: Gilang Fajar Septian

Sumber: kumparan.com, cnnindonesia.com, kompas.com, detik.com

Foto: liputan6.com