Kekhawatiran Rencana Melanjutkan Premier League

Kekhawatiran Terhadap Rencana Melanjutkan Premier League (Ultimagz)
Bek kiri Newcastle United, Danny Rose baru-baru ini menyuarakan keresahannya terhadap rencana untuk melanjutkan musim 2019/2020 Premier League. (Foto: chroniclelive.co.uk)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com — Beberapa asosiasi sepak bola di dunia sudah mulai merencanakan kembali bergulirnya liga domestik yang sempat terhenti akibat pandemi COVID-19. Namun, hal tersebut ditemui dengan kekhawatiran dari berbagai pihak yang telah menyuarakan keresahan mereka.

Baca juga: Liga Inggris Dapatkan Lampu Hijau untuk Kembali Gelar Kompetisi

Danny Rose merupakan pemain terbaru yang menyuarakan pendapatnya terhadap rencana kembalinya sepak bola. Pemain asal Inggris yang sedang menjalani masa peminjaman di Newcastle United tersebut menanggapi rencana lanjutan Premier League Instagram.

“Pemerintah mengatakan bahwa mengembalikan sepak bola akan meningkatkan moral bangsa. Saya tidak peduli dengan moral bangsa! Kehidupan orang-orang sedang dalam bahaya,” ujar Rose.

“Pembahasan kembalinya sepak bola seharusnya tidak dibicarakan hingga jumlah kasus menurun. Kita akan lihat, saya pikir saya akan menjalani tes pada hari Jumat, jadi kita hanya harus menunggu dan melihat. Saya mendengarkan pengumuman, tidak ada sepak bola sampai tanggal 1 Juni atau sesuatu, saya bahkan tidak memperhatikan semua itu,” lanjut Rose.

Kekhawatiran Rose terhadap rencana kembalinya sepak bola di Inggris juga menjadi kekhawatiran bagi pemain-pemain lainnya. Professional Footballers’ Association (PFA) yang merupakan serikat pemain sepak bola profesional di Inggris dan Wales juga telah mengekspresikan kekhawatiran para pemain melalui wakil kepala mereka, Bobby Barnes.

“Ada beberapa pemain yang menyuarakan kekhawatiran mereka. Ada pemain yang memiliki anak kecil, pemain dengan pasangan hamil, orang-orang dengan kondisi kesehatan mendasar,” ujar Barnes dikutip dari cbc.ca.

Barnes melanjutkan dengan mengatakan bahwa semuanya baik bagi para petinggi untuk menyampaikan pendapat mereka, tetapi pada akhirnya bukan merekalah yang akan berjuang di lapangan lalu kembali ke keluarga mereka masing-masing.

“Pendirian saya dengan Premier League sejak hari pertama adalah semuanya sangat baik bagi kita yang mengenakan jas untuk mengatakan pendapat kita, tetapi kami tidak akan berada di luar sana pada hari Sabtu sore dan kami tidak akan kembali ke keluarga kami,” lanjut Barnes.

Seperti diketahui, pemerintah Inggris telah mengeluarkan panduan untuk keluar dari masa karantina. Di dalam panduan tersebut, tertera perizinan berlangsungnya acara budaya dan olahraga secara tertutup untuk disiarkan yang dapat dilakukan paling cepat tanggal 1 Juni. Kegiatan tersebut akan dilakukan secara tertutup untuk menghindari risiko kontak sosial berskala besar.

Penulis: Louis Brighton Putramarvino

Editor: Agatha Lintang

Foto: chroniclelive.co.uk

Sumber: foxsports.com.au, skysports.com, cbc.ca