Kenali Hipersomnia, Penyakit Rasa Kantuk yang Berlebihan

Ilustrasi penderita hipersomnia. (ULTIMAGZ/Veronica Novaria)
Ilustrasi penderita hipersomnia. (ULTIMAGZ/Veronica Novaria)
Share:

JAKARTA, ULTIMAGZ.com – Hipersomnia merupakan salah satu jenis gangguan tidur yang menganggu keseharian pengidapnya. Berdasarkan artikel berjudul “Hypersomnia”, hipersomia adalah keluhan tidur siang atau rasa kantuk yang berlebihan. Untuk mengenalinya lebih lanjut, berikut ini merupakan gejala dan cara mengatasi hipersomnia. 

Mengutip dari National Institute of Neurological Disorders and Stroke, penyakit ini ditandai dengan seringnya merasakan kantuk berlebihan di siang hari atau mengalami tidur malam yang lama. Hipersomnia berbeda dengan kelelahan akibat kurang tidur. Orang dengan penyakit ini dipaksa oleh tubuh untuk tidur siang berulang kali dan sering terjadi pada waktu yang tidak tepat, seperti di tempat kerja, saat makan atau ketika berbicara dengan orang lain.

Orang yang mengalami hipersomnia dapat terlihat dari gejala pertama, yaitu kesulitan bangun dari tidur panjang dan juga sering merasa bingung. Gejala lain yang dapat dirasakan ialah kecemasan, peningkatan iritasi, penurunan energi, gelisah, berpikir lambat, bicara lambat, kehilangan nafsu makan, halusinasi, dan kesulitan ingatan. Beberapa dari mereka juga tidak dapat melakukan perannya dengan baik dalam keluarga, sosial, pekerjaan, dan dalam keadaanya lainnya.

Dalam artikel psychologytoday.com, ada beberapa hal yang dapat menyebabkan gangguan hipersomnia. Pertama adalah penyalahgunaan narkoba atau alkohol. Selain itu, penyakit ini juga dapat disebabkan oleh gangguan tidur lain seperti narkolepsi (gangguan sistem saraf yang mempengaruhi kendali terhadap aktivitas tidur) atau sleep apnea dan disfungsi sistem saraf otonom. Selain itu, masalah fisik seperti tumor, trauma kepala, dan cedera pada sistem saraf pusat juga dapat menyebabkan orang mengalami penyakit hipersomnia. Hal lain yang dapat menyebabkan gangguan tidur ini adalah depresi, obesitas, dan epilepsi. Akan tetapi, ada pula orang-orang yang memiliki kecenderungan genetik hipersomnia.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menanggulangi hipersomnia. Namun, penting diketahui bahwa dalam mengobati penyakit tidur berlebih ini harus disertai dengan pengetahuan mengenai penyebab dari gangguan tidur yang dirasakan tadi. Pengidap ataupun orang dengan gejala hipersomnia dianjurkan untuk berkonsultasi ke pakar untuk mengobati kondisinya.

Pasalnya artikel dari healthline.com menuliskan bahwa perawatan untuk menangani gangguan tidur ini bervariasi, tergantung pada penyebabnya. Alasannya karena ada beberapa obat-obatan yang berperan sebagai stimulan yang berguna untuk membuat seseorang terjaga dari tidur berlebihnya. Oleh karena itu, penting bagi penderita untuk berkonsultasi dulu ke pakar agar tidak salah mengonsumsi obat. Bukan hanya bisa diatasi dengan obat, mengubah gaya hidup juga menjadi faktor penting dalam penanganan penyakit hipersomnia.

 

Penulis: Ida Ayu Putu Wiena Vedasari

Editor: Elisabeth Diandra Sandi

Foto: Veronica Novaria

Sumber: ncbi.nlm.nih.gov, ninds.nih.gov, psychologytoday.com, healthline.com