Kobe Bryant, Mentalitas Mamba yang Melegenda

Salah satu eks pemain Los Angeles Lakers, Kobe Bryant yang meninggal pada Minggu (26/01/20) waktu Amerika Serikat akibat kecelakaan helikopter.
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Seorang pebasket berumur 34 tahun dari tim Los Angeles (LA) Lakers, bernomor punggung 24 duduk sambil memegangi kakinya di tepi lapangan Staples Center, setelah melakukan lay up pada awal babak ketiga.

Dia adalah Kobe Bryant yang tetap bermain beberapa menit setelah mengalami cedera di urat achillesnya. Meski tetap tumbang pada babak keempat, pemain yang terkena cedera achilles umumnya langsung meninggalkan lapangan akibat rasa sakit yang tak memungkinkan pemain untuk melanjutkan pertandingan.

Kobe masih berhasil mencetak beberapa poin serta bermain selama sembilan menit di kuarter keempat. Ia juga masih sempat menuntaskan dua tembakan bebas sebelum akhirnya berjalan sendiri keluar lapangan. Lagi-lagi, umumnya pemain dengan cedera serupa memerlukan bantuan untuk berjalan, tetapi tidak untuk Kobe.

Setidaknya kejadian yang terjadi pada Jumat (04/12/13) kontra Golden State Warriors tersebut akan selalu dikenang sebagai Mamba Mentality ala Kobe Bryant yang mengharukan, dan dapat membuat penonton bersorak sorai pada saat itu.

Mentalitas mamba ini kemudian dijelaskan secara detail oleh Kobe dalam salah satu wawancaranya. Hari ini, mentalitas tersebut menginspirasi dan diadopsi pemain basket lain di seluruh dunia untuk menyuarakan semarak pantang menyerah dan bekerja keras.

Kepercayaan diri juga ditunjukkan oleh Kobe sepanjang kariernya. Melalui pilihan tembakan yang diambilnya hingga mentalitas kepemimpinannya menunjukkan kepercayaan diri seorang Bryant.

Salah satu bukti mentalitas tersebut terlihat ketika ia kerap disamakan dengan salah satu legenda basket, Michael Jordan. Melalui salah satu wawancara, Kobe pernah menyampaikan bahwa, “Saya tidak mau menjadi Michael Jordan berikutnya, saya hanya ingin menjadi Kobe Bryant.”

Bermain selama 20 musim, kariernya bermula saat ia berumur 18 tahun. Namun, sepanjang kariernya di Liga Basket Amerika Serikat (NBA), ia hanya setia kepada satu tim, yakni LA Lakers. Bukti kecintaan Kobe terhadap tim ungu-emas tersebut ditunjukkan dengan memboyong lima piala kejuaraan untuk Lakers sepanjang kariernya.

Ia menutup kariernya di NBA pada tahun 2016, ketika berumur 37 tahun. Hingga pertandingan terakhirnya di dunia basket profesional tetap meninggalkan kesan atas sosok Kobe. Bryant mencetak 60 poin dalam kemenangan 101-96 Lakers atas Utah Jazz, lebih dari separuh skor dicetaknya seorang diri.

“Aku adalah fans (Lakers) dari kecil. Aku tahu semua tentang pemain yang pernah bermain di sini, jadi menghabiskan waktu 20 tahun dengan tim ini, kamu tidak bisa menulis cerita yang lebih baik dari ini,” ujar Bryant setelah hari terakhirnya bermain untuk Lakers.

Dielu-elukan sebagai sang legenda, Bryant harus menutup hidupnya di usia 41 pada Minggu (26/01/20) waktu setempat akibat kecelakaan helikopter di California, Amerika serikat. Sekarang The Black Mamba, panggilannya, sudah benar-benar meninggalkan dunia basket profesional. Namun, aksi dan sosoknya akan terus dikenang.

“Mamba out,” tutupnya dalam pengumuman pensiunnya yang ikonik.

 

Penulis: Andrei Wilmar

Editor: Ivan Jonathan

Foto: businessinsider.com

Sumber: www.ibtimes.co.in, bleacherreport.com, edition.cnn.com