Olimpiade Tokyo 2020 Dipastikan Bebas Asap Rokok

Logo Olimpiade Tokyo 2020. (Foto: tokyo2020.org)
Share:

TOKYO, ULTIMAGZ.com – Panitia Olimpiade Tokyo 2020 mengumumkan larangan terhadap produk-produk tembakau dan vape di semua lokasi penyelenggarannya. Larangan tersebut juga berlaku di kawasan sekitar lokasi penyelenggaraan pesta olahraga dua tahunan tersebut. Padahal sebelumnya, panitia Olimpiade masih berencana memberikan kelonggaran dengan menyediakan area khusus merokok.

“Berdasarkan pada pengembangan hukum dan peraturan, serta bimbingan dari IOC (Komite Olimpiade Internasional), Tokyo 2020 telah memutuskan untuk mengadopsi kebijakan anti-rokok yang lebih ketat demi kesehatan dan keselamatan atlet,” ujar panitia dikutip dari kompas.com, Jumat (01/03/19).

Sejak tahun lalu, pemerintah Jepang memang sudah menyetujui larangan merokok di dalam fasilitas publik. Namun, peraturan tersebut dianggap lemah dan masih menyisakan pengecualian bagi restoran dan bar. Rokok masih diperbolehkan di kedai-kedai makan (izakaya), yang mencakup setidaknya 50 persen dari total usaha di Jepang.

Sebelumnya, Olimpiade London 2012 dan Olimpiade Rio 2016 masih menyediakan area khusus merokok di sejumlah tempat. Kemudian, kebijakan larangan merokok berlaku selama Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang pada 2018. Namun, Tokyo 2020 akan menjadi Olimpiade Musim Panas pertama yang melarang rokok di semua area.

Panitia mengatakan, peraturan mengenai larangan merokok ini adalah langkah nyata untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Mereka harap, hal ini dapat menjadi warisan yang dapat bertahan lama dan berdampak bagi masyarakat.

Kota Tokyo sendiri adalah surga bagi para perokok. Berbagai iklan rokok yang menunjukkan kegiatan merokok diizinkan tayang di televisi dan bungkus rokok tidak diberi visual peringatan mengenai bahayanya. Di Tokyo pula, harga rokok jauh lebih murah bila dibandingkan kota-kota besar lain di dunia.

Selain larangan merokok, Olimpiade Tokyo 2020 juga turut serta dalam usaha daur ulang sampah elektronik. Pasalnya, semua medali Olimpiade tahun depan akan terbuat dari ponsel dan perangkat elektronik bekas yang dikumpulkan dari masyarakat. Proyek ini bertujuan untuk mengikutsertakan masyarakat dalam persiapan jelang Olimpiade, serta merupakan program warisan Olimpiade terkait lingkungan hidup dan keberlanjutan.

 

Penulis: Charlenne Kayla Roeslie

Editor: Geofanni Nerissa Arviana

Foto: tokyo2020.org

Sumber: kompas.com, japantoday.com, akurat.co